Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini Part II

.....Tiba di Taman wisata Kaliurang, kami singgah sebentar. Sebuah taman yang cukup luas, berukuran 1 ha kurang lebih. Untuk memasuki taman ini anda cuman dikenakan tiket @ Rp 5.000,- dan andapun bisa dengan leluasa menikmati berbagai macam mainan yang tersedia.

Ada bandulan, plorotan, tangga ketangkasan, komedi putar mini  dan tentu saja mobil mobilan untuk anak kecil. Khusus mobil mobilan ini biaya sewanya relatif murah, cuma 2.500,- anda bisa menyenangkan putra-putri anda selama kurang lebih setengah jam untuk berputar putar mengitari taman.



Bagi anda yang lupa tidak membawa bekal, jangan khawatir. Di dalam area taman ini banyak dijajakan makanan kecil dan aneka minuman. Bagi para penggemar bakso, mie ayam dan wedang ronde, jangan panik. Anda bisa dapatkan itu semua di sepanjang jalan di luar area Taman wisata ini. Tentu saja sambil menikmati pemandangan lereng Merapi dan menghirup udara yang segar. Wuussss....

Selepas bermain cukup puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Hutan wisata Kaliurang. Tempat di mana air terjun bakal anda jumpai. Dari Taman wisata ini dari sisi sebelah kanan anda bergerak maju kira kira 200m akan ada pohon beringin dengan dua cabang jalan. Anda cukup ambil yang kanan, berjarak kurang lebih 800m terminal Kaliurang dan Hutan wisata telah menanti anda.

Sesampainya di Terminal Kaliurang, seorang petugas melambaikan tangan dan menyodorkan tiket masuk sebesar Rp 4.000,- Alunan musik sepoi sepoi menyambut kedatangan kami. Seperti musik jathilan. Benar saja, ketika sampai di parkiran irama musik jathilan semakin menggema dengan keras. 

Sebenarnya, secara pribadi, saya kurang begitu sreg. Memang dengan diusungnya jathilan ke wilayah wisata semacam ini disamping akan menjadi magnet daya tarik para wisatawan tetapi juga memiliki dampak negatif. 

Para wisatawan, memilih tempat di Kaliurang atau tempat wisata lainnya misalkan, adalah dalam rangka ingin refreshing, mencari ketenangan, dan suasana asri yang jauh dari hiruk pikuk seperti halnya di tengah kota.

Pernah kami jumpai seorang pengunjung, di sebuah tempat wisata (tidak perlu kami sebutkan namanya) dengan sangat pede memanggul tape compo dengan speaker super woofer. Musik rancak pun diputar. Dengan topi terbalik dan kaca mata hitam, remaja itu pun berjoget. Haduuh malah ada hip hop di sini! Ampuuuun dah.

Ternyata, pemandangan semacam ini tidak hanya kita jumpai di Kaliurang, di beberapa tempat wisata seperti Tawangmangu, pantai Rongkop Gunung Kidul hiburan musik dangdut juga ada di sana. 

Musik yang terdengar hingar bingar ditambah dengan penyanyi yang sering mengenakan kostum  agak 'seronok' menambah semakin acakadul tempat wisata. Kita yang semula membayangkan suasana tenang, damai, sunyi, hanya desau angin lembut yang membelai wajah dan hidung kita, musnah sudah. malah kayak suasana di pasar.

Okelah...kita tinggalkan jathilan. Setelah memarkir kendaraan, kami segera menebar pandangan ke sikitar. Sejuah mata memandang terlihat kios kios makanan dan penjual pernak pernik serta cindera mata khas Kaliurang berderet rapi. 

Di sudut pojok barat ada sebuah kolam renang yang dulu bisa untuk mandi anak anak sekarang sudah rusak. Tidak berfungsi lagi. Pepohonan di sekitar Kaliurang  juga banyak yang meranggas. Ini diakibatkan oleh dampak erupsi Merapi 2010 yang lalu. Awan panas telah meluluh lantakkan nyaris semua pepohonan yang ada. Meski kini sudah nampak kehijauan.


Penasaran dengan air terjun yang dibilang istriku, kami pun segera memasuki kawasan hutan wisata Kaliurang. Di sini kembali anda akan dikenai biaya retribusi masuk sebesar Rp 2.000,-. Sangat murah. 

Beberapa ratus meter kami melanglah monyet -monyet kecil menyambut kedatangan kami. Ada puluhan  kera kecil yang bergelayutan di pepohonan dan bahkan di pinggir jalan. Sambil menunggu lemparan kacang garing atau pisang dari pengunjung.  


Hati-hati jika anda menenteng tas berisi makanan. Jangan sampai ketahuan mereka. Bisa-bisa liburan anda akan berubah menjadi horor...hehehe. iya. Sebab mereka akan merangsek isi tas anda dan mengeluarkan satu persatu.

Sepanjang jalur menuju lokasi air terjun ini, sisa sisa hantaman debu merapi  masih sangat kentara. Beberapa batang pohon yang  sudah lapuk dan terpotong potong masih teronggok di sana sini. Besar kemungkinan pohon pohon itu roboh akibat terjangan  awan panas (wedus gembel). Bahkan beberapa bangunan terlihat terkoyak dan rusak parah akibat tertindih pepohonan tersebut.

Dari jarak 30 m terlihatlah panorama bukit air terjun itu. Tapi sayang, sudah tidak mengucurkan air. Hanya tinggal bongkahan batu yang kering disapu debu. Huwwww.....kecewa deh kita. Untuk mengobati kekecewaan itu lalu kami pun mengabadikan moment moment nelangsa tersebut lewat bidikan kamera. Kecewa tapi tetap narsis!! 

Puas dengan jeprat-jepret kamera, kami pun meluncur turun. Ada sebuah bangunan yang mirip museum di sini ternyata. Anda bisa melihat photo photo saat erupsi Merapi 2010 dan kejadian kejadian di seputarnya. 

Bahkan di sini, anda bisa menyaksikan cuplikan saat saat letusan Merapi berlangsung. Luncuran awan panas yang menyeramkan tapi sekaligus indah.

Adzan Duhur berkumandang dari corong masjid. Memanggil orangbberiman untuk mengingat kebesaran ayat ayatNya. Ya robb...kami datang kepadaMu.

Senin, 07 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini



Hari minggu kemarin aku dan kelurga liburan. Jalan jalan di wilayah jogja. Diantara sekian pilihan yang ada maka jatuhlah pilihan Kaliurang. Pilihan ke kaliurang bukannya tanpa alasan.

Menurut istriku, dia udah kangen air terjunnya itu. Haaa...ada air terjun, batinku. Alasan kedua, makanan khasnya yang ngangeni, jadah ama tempe tahu bacem. Bila dua makanan ini dikunyah bersamaan ternyata menimbulkan sensasi yang luar biasa. Alasan ketiga, ini adalah hari pengalihan acara ulang tahun. 

Sebenarnya ulang tahun istriku jatuh 2 hari sebelumnya. Menurut rencana semuala mau dirayain malam hari. Tapi takut kalau Eghar dan Ardo, dua anak lelakiku, besok pagi kecapekan dan kesiangan bangunnya. Sementara mereka masih masuk sekolah. Maka dipilihlah hari Ahad. Biar semuanya bisa ngikut. Dan tidak takut waktu.Karena semuanya libuuuuur.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Kami berangkat menggunakan mobil andalan kami, meski butut. Civic Wonder 86. kalau aku sih nyaman nyaman aja dan sangat pede. lain halnya dengan istriku yang menyangsikan kehandalannya. Maklum, wanita kan tidak tahu banyak tentang mesin.

" Pa nanti kalau mobilnya mundur pas kita di tanjakan bagaimana?"

Menurutnya, mobil yang kuat di tanjakan  harus mobil yang bagus dan baru. Hehehe...belum tahu dia!

"Santai aja...kalau mobil ini tidak kuat, nanti kalian aku gendong sampai Kaliurang", cetusku.

Perlahan namun pasti meluncurlah Wonder kami di jalanan. Untuk menuju Kaliurang kebetulan kita ambil jalan alternatif, yang tidak banyak bangjonya. Rumah sakit Bhayangkara kalasan ambil kanan, lurus ke utara arah Cangkringan. Begitu sampai Puskesmas Ngemplak, ambil kiri ikuti jalanan menuju Kaliurang sesuai petunjuk papan nama.

Jalur ini relatif mulus, cuman banyak berpapasan dengn truk yang mengangkut pasir dari lereng Merapi. Banyak pepohonan tumbuh di kanan kiri jalan membuat perjalanan semakin nyaman dan jauh dari kata panas. Jalur ini ternyata juga banyak dijumpai kuliner yang siap memanjakan perut. Mulai dari es dawet , bakso, sampai pepes ikan gurameh.

Sampai jalan raya Kaliurang, suasana belum begitu terik. Kendaraan tidak terlalu menyemut. Tidak seberapa lama sampailah di gerbang wisata Kaliurang. Retribusi cuman Rp 8000,- mungkin karena kita berempat.

 Mobil melaju dengan tenang dan penuh tenaga, kami masih sering pakai gigi tiga. Dengan bangga aku tunjukkan sama istri.

"Nih....mobil memang handal dan kuat. Lihat kan", kataku sambil nyungir.

Sampai di tugu patung Udang ukuran cukup besar, jalanan terbagi menjadi 3 simpangan. Anda boleh ambil yang lurus atau yang kanan. Semuanya akan bermuara di Taman Kaliurang, tempat keluarga untuk bermain bersama anak anak. Untuk jalur yang paling kiri akan berujung di gardu pandang Merapi.





Sabtu, 03 Juli 2010

welcome to Lampung

Hmmm...rasanya masih lumayan capek, emang habis dari mana? 3 hari kemarin aku kebetulan ke lampung. Lihat gajah? oh sayangnya tidak. cuman lihat patung-patungnya doang. hehehe. berangkat dari Jogja pukul 10.00 WIB beruntung pesawat datang tepat waktu. Sampai di jakarta tepat pukul 11.00 nah..transit di sini nih yang mulai menjemukan. kita terbang lagi nanti jam 13.30, eh kata operator delay 1 jam lagi. mantaab...emang katanya dunia penerbangan kita udah kondang molornya. hehehe tapi itu masih mending pemberitahuannya begitu kita mendarat and transit. terkadang tinggal beberapa puluh menit eh..delay. Lama nunggu akhirnya rasa lapar datang juga. Kebetulan kita di gate 7 jalur ke Tanjung Karang, aku berjalan ke kantin mencari makanan yang bisa diangkut..ups dibawa maksudnya. Setelah sekian lama mencari akhirnya aku dapatkan juga. Itupun masih harus antri lumayan panjang. aku pesan 8 doz karena emang aku membawa rombongan 7 orang. Giliran bayar dikasir temenku terbelalak...hah? cuman 8 doz dengan lauk ayam bakar habis 400 ribu? waah..itu kalau dijogja udah cukup untuk 50 orang....
"Ya namanya di bandara kang," sahutku.
"harga bisa naik 5-7 kali lipat, hehehe etung-etung pengalaman, biar bisa untuk cerita nantinya di rumah"

Selamat datang di Paytren. Untuk menjadi mitra Paytren ada beberapa tahap yang harus anda lalui : *TAHAP 1*   1. CALON MITRA DOWNLO...