Sabtu, 31 Desember 2011

RENUNGAN DI PENGHUJUNG TAHUN

 



18.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Hasyr : 18)


Tahun 2011segera berlalu, tahun 2012 telah terbentang di hadapan kita. Berkenaan dengan hal ini suatu ketika Imam Ghazali pernah bertanya 6 hal kepada murid-muridnya,

1.      "Menurut kalian siapakah yang paling dekat dalam hidupmu?"
Jawabannya bermacam-macam, ada yang menjawab ibu, bapak, saudara, paman , bibi, kekasih yang pada intinya adalah seseorang yang begitu special dalam hidup mereka. Imam Ghazali berkata,
"Jawaban kalian tidak salah. Ketahuilah  sesungguhnya yang paling dekat dalam kehidupanmu adalah KEMATIAN. Mengapa? Karena mati senantiasa mengintai kalian dari waktu ke waktu. Ia akan dating kepanpun ia mau. Kemanapun kalian pergi ia selalu menyertaimu. Bisakah kalian berpaling sedikt saja dari kematian? Rasanya tidak. Sebab kematian adalah janji Allah SWT. "Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185). Lihat pula di QS Al Jumu'ah : 8 seperti di bawah ini :

 
8.  Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan".


2.      "Apakah yang paling jauh dalam hidupmu?"
Jawaban para murid juga berlainan satu sama lain. Ada yang menjawab matahari, bulan, bintang, si fulan yang rumahnya nun jauh di negara sebelah, musuh, kekasih yang mengkhianati cinta dan seabrek jawaban lainnya. Imam Ghazali berkata,
"Jawaban kalian tidak salah, Ketahuilah sesungguhnya yang paling jauh dalam kehidupanmu adalah MASA LALU. Karena, betapapun kalian berusaha untuk mengulang ataupun  kembali meski sedetik kalian tidak akan mampu. Oleh karena itu, Berhati-hatilah dalam menggunakan waktu.  Jika ia sudah lepas tiada pernah akan kembali. Memang, kita sekarang ini ada karena ada masa lalu yang merupakah sejarah, saat ini adalah kenyataan, dan masa yang akan datang adalah misteri. Maka gunakanlah waktumu nsebaik mungkin, penyesalam hanya akan datang kemudian. 

3.      "Apakah yang paling  berat dalam hidupmu?"
 Jawaban para murid juga berlainan satu sama lain. Ada yang menjawab batu gunung, ketika diberi tugas mengerjakan PR semalam suntuk, ketika sedang mengantuk kemudian diperintah menjalankan sholat Subuh, ketika menyicil hutang, ketika bersedekah pas duit sedang menipis. Imam Ghazali berkata,
"Jawaban kalian tidak salah. Ketahuilah sesungguhnya yang paling berat dalam hidup adalah menjalankan AMANAH. (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan kecongkakak dan kesombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya. Ingatlah bagaimana kesanggupan kalian ketika bahkan harus dengan bersumpah menerima dan sanggup akan melaksanakan amanah yang kalian terima. Namun dengan gampangnya kalian melupakan bahkan menyelewengkan amanah yang dibebankan pada pundak kalian. Kalian telah dibutakan oleh gemerlapnya duniawi, dan kemegahan harta. Sesungguhnya kelak ia akan dimintai pertanggunganjawab di hari akhir. 

4.      "Apakah yang paling ringan dalam hidupmu?"

Jawaban para murid juga berlainan satu sama lain. Ada yang menjawab kapas, debu, ketika disuruh menghafal 3 ayat dalam satu hari, ketika mengantarkan makanan ke tetangga, ketika menghadiri pesta pernikahan saudara. Imam Ghazali berkata,
"Jawaban kalian tidak salah. Ketahuilah yang paling ringan dalam hidupmu adalah meninggalan SHOLAT. Karena kapanpun kalian mau, semudah itu pulalah kalian meninggalkannya. Hanya dengan satu niat. Maka sholat kalian terbengkelai. Kalian telah berjalan menjauh dari shalat kalian. Gara-gara pekerjaan kalian tinggalkan shalat, gara-gara meeting; karena asyik ngobrol; asyik online; asyik nonton acara televisi kita juga tinggalkan shalat. Hehehe kayak syi'iran yang dilantunkan oleh Habib Syech :


Repote dadi petani, sholate terkadang lali
Opo maneh wayahe tandur, sholate diundur-undur

Repote dadi petani, sholate acapkali lali
Opo maneh wayahe panen, sholate ra tahu kopen

Repote dadi pedagang, sholate digawe gampang
Opo maneh dagangane laris during sholat ngakune uwis

Repote dadi pejabat sholate terkadang telat
Opomaneh wayahe rapat, sholate diloncat-loncat

5.      "Apakah yang paling besar dalam hidupmu?"

 Jawaban para murid juga berlainan satu sama lain. Ada yang menjawab gunung, matahari, batu gunung. Imam Ghazali berkata,
"Jawaban kalian tidak salah. Yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU.  

179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka   mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS Al A'raf : 179)


Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
 Maka tidaklah mengherankan jika Rasulullah menggambarkan peperangan melawan NAFSU lebih besar dan lebih berat daripada perang Badar yang dahsyat. Beliau bersabda,
 

"roja'naa minal jihadil ashghori ilal jihadi akbar…alaa wahiya jihadun nafs"

Artinya : Kita kembali dari peperangan kecil menuju peperangan yang lebih besar…ketahuilah yaitu berperang melawan nafsu.

6.      "Apakah yang paling tajam dalam hidupmu?"
Jawaban para muridnya berbeda satu sama lain. Ada menjawab pisau, pisau cukur, silet dan samurai. Imam Ghazali berkata,
"jawaban kalian tidak salah. Sesungguhnya Yang paling tajam adalah LIDAH, muncul fitnah, gosip yang berimbas pada pertengkaran dan percekcokan serta perselisihan adalah karena omongan yang bersumber dari lidah manusia yang tidak bisa dipertanggungjawbkan. Setajam-tajamnya pedang di mungkin hanya mampu menebas satu dua orang, tetapi lidah yang tajam ia bisa menghancurkan manusia sekampung, bahkan manusia di dunia ini. Wallohu a'lam bis-showab.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...