Rabu, 12 November 2014

Akhirnya Gelar Pahlawan turun juga......Mengenal lebih jauh sosok KH Wahab Hasbullah

 



Alhamdulillah gelar pahlawan akhirnya turun juga kepada beliau, kemarin, Jumat 7 November 2014 yang langsung ditandatangani oleh presiden Joko Widodo. Ini adalah perjuangan panjang....bangsa Indonesia bisa seperti ini juga tidak lepas dari kiprah beliau. untuk lebih lengkapnya yoook kita simak perjalanan beliau.

KIAI HAJI WAHAB HASBULLAH adalah seorang tokoh pergerakan dari pesantren. Ia dilahirkan di Tambakberas-Jombang, tahun 1888. Sebagai seorang santri yang berjiwa aktivis, ia tidak bisa berhenti beraktivitas, apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah, hidup dalam kesengsaraan, lahir dan batin.
Sepulang dari Mekkah 1914, Wahab, tidak hanya mengasuh pesantrennya di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Ia tidak tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan penjajah.

Melihat kondisi itu, pada tahun 1916 ia mendirikan organisasi pergerakan yang dinamai Nahdlatul Wathon (kebangkita negeri), tujuannya untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia.

Untuk memperkuat gerakannya itu, tahun 1918 Wahab mendirikan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan saudagar) sebagai pusat penggalangan dana bagi perjuangan pengembangan Islam dan kemerdekaan Indonesia. Kiai Hasyim Asy’ari memimpin organisiasi ini. Sementara Kiai Wahab menjadi Sekretaris dan bendaharanya. Salah seorang anggotanya adalah Kiai Bisri Syansuri.

Mencermati perkembangan dunia yang semakin kompleks, maka pada tahun 1919, Kiai Wahab mendirikan Taswirul Afkar. Di tengah gencarnya usaha melawan penjajahan itu muncul persoalan baru di dunia Islam, yaitu terjadinya ekspansi gerakan Wahabi dari Najed, Arab Pedalaman yang menguasai Hijaz tempat suci Mekah dikuasai tahun 1924 dan menaklukkan Madinah 1925.

Persoalan menjadi genting ketika aliran baru itu hanya memberlakukan satu aliran, yakni Wahabi yang puritan dan ekslusif. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali yang selama ini hidup berdampingan di Tanah suci itu, tidak diperkenankan lagi diajarkan dan diamalkan di tanah Suci. Anehnya, kelompok modernis Indonesia setuju dengan paham Wahabi.

Lantas, Kiai Wahab membuat kepanitiaan beranggotakan para ulama pesantren, dengan nama Komite Hejaz. Komite ini bertujuan untuk mencegah cara beragama model Wahabi yang tidak toleran dan keras kepala, yang dipimpin langsung Raja Abdul Aziz.

Untuk mengirimkan delegasi ini diperlukan organisasi yang kuat dan besar, maka dibentuklah organisai yanag diberinama Nahdlatul Ulama, 31 Januari 1926. KH Wahab Hasbullah bersama Syekh Ghonaim al-Misri yang diutus mewakili NU untuk menemui Raja Abdul Aziz Ibnu Saud.

Usaha ini direspon baik oleh raja Abdul Aziz. Beberapa hal penting hasil dari Komite Hejaz ini di antaranya adalah, makam Nabi Muhammad dan situs-itus sejarah Islam tidak jadi dibongkar serta dibolehkannya praktik madzhab yang beragam, walaupun belum boleh mengajar dan memimpin di Haramain.

KIAI WAHAB HASBULLAH dengan segala aktivitasnya adalah untuk menegakkan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang sudah dirintis oleh walisongo dan para ulama sesudahnya.

Ia tidak hanya penerus, tetapi memiliki pertalian darah dengan para penyebar Islam di Tanah Jawa itu. Bahkan Kiai Wahab juga mengidentifikasi diri sebagai penerus perjuangan pangeran diponegoro. Karena itu ia selalu memakai sorban yang ia sebut sendiri sebagai sorban Diponegoro.

Dengan sorban itu, ia makin percaya diri. Dalam upacara keagamaan sampai dengan acara kenegaraan, Kiai Wahab selalu melingkarkan sorban tersebut, hingga pundaknya tertutup. Demikian juga dengan sarung, tidak pernah diganti dengan pantolan.

Ia telah melampaui segala protokoler kenegaraan yang ada, karena telah memiliki disiplin dan karakter keulamaan sendiri. Selain itu, ia memang memiliki ilmu kanuragan yang tinggi sehingga tidak takut menghadapi musuh sesakti apapun.

Kemenonjolan peran Wahab Hasbullah ini berkat kematangannya dalam menempa dirinya sebagai seorang ulama pergerakan. Sifat keulamaannya digembleng di pesaanatren Langitan  Tuban, Pesantren Tawangsari Surabaya.

Kemudian ia melanjutkan lagi ke Pesantren Bangkalan Madura. Di pesantren asuhan Syaikh Kholil inilah, ia bertemua dengan Kiai Bisri Syansuri, ulama dari Pati yang kelak menjadi sahabat seperjuangannya, juga iparnya. Pertemanannya Kiai Wahab dengan Kiai Bisri ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan NU. Selanjutnya, Kiai Wahab ke Pesantren  Mojosari Nganjuk dan menyempatkan diri nyantri di Tebuireng Jombang.

Setelah merasa cukup bekal dari para ulama di Jawa dan Madura, ia belajar ke Mekkah untuk belajar pada ulama terkemuka dari dunia Islam, termasuk para ulama Jawa yang ada di sana seperti Syekh Machfudz Termas dan Syekh Ahmad Khotib dari tanah Minang. Selain, belajar agama saat di Mekkah itu, ia juga mempelajari perkembangan politik nasional dan internasional bersama aktivis dari seluruh dunia.

Selama masa pembentukan NU, Kiai Wahab selalu tampil di depan. Di manapun muktamar NU diselenggarakan sejak yang pertama kalinya yaitu di Surabaya, kemudian hingga ke Bandung, Menes Banten, Banjarmasin, kemudian Palembang hingga Medan, ia selalu hadir dan memimpin. Sehingga pengalamannya tentang organiasi ini cukup mendalam. Karena itu, Kiai Wahab selalu cermat dan tegas dalam mengambil keputusan.

Dalam menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam hubungannya dengan pemerintah kolonial, ia selalu mampu mengatasinya. Misalanya, ia harus berhadap dengan para residen gubernur atau menteri urusan pribumi. Kemampuan lobi dan diplomasi membuat semua urusan bisa lancar, sehingga NU mampu mengatasi berbagai macam jebakan dan hambatan kolonial.

Dan, Kiai Wahab juga memiliki keistimewaan, yang tidak banyak ada pada orang lain, yakni kemampuan melempar humor, khususnya jenis plesetan, sebagai alat diplomasi.
Suatu hari, ketika Nusantara masih dalam cengkraman Belanda, Kiai Wahab berpidato di hadapan kiai-kiai dan ratusan santri.
“Wahai Saudara-saudaraku kaum pesantren, baik yang sudah sepuh, yang disebut Kiai, ataupun yang masih muda-muda, yang dikenal dengan sebutan Santri. Jangan sekali-sekali terbersit, apalagi bercita-cita sebagai Ambtenaar (pegawai Belanda)!” Begitu suara Kiai Wahab berapi-api.
“Mengapa kiai dan santri tidak boleh jadi Ambtenaar
Jawabannya tiada lain tiada bukan, karena Ambtenaar itu singkatan dari Antum fin Nar. Tidak usah berhujah susah-susah tentang Ambtenaar, artinya ya tadi, ‘kalian di neraka’ tititk,” jelas Kiai Wahab. Para kiai dan santri yang hadir tertawa dan tepuk tangan.

Lain waktu, semasa penjajahan Jepang, Kiai Wahab menghadapi para kiai yang belum paham cara berpolitik dengan Jepang. Para kiai itu tidak bersedia menjadi anggota Jawa Hokokai, semacam perhimpunan rakyat Jawa untuk mendukung Jepang.

“Para Kiai tidak susah-susah mencari dalil menjadi anggota Jawa Hokokai. Masuk saja dulu. Tenang saja, di dalam badan tersebut ada Bung Karno. Beliau tidak mungkin mencelakakan bangsa sendiri,” Kiai Wahab mulai merayu para kyai.
“Tapi Kiai, apa artinya Jawa Hokokai itu?” Tanya seorang kyai.
“Lho, Sampean belum tahu ya, Jawa Hokokai itu artinya Jawa Haqqu Kiai,” jelas Kiai Wahab singkat.
“Ooo... Jadi Jawa Hokokai itu artinya Jawa milik para kiai. Ya sudah, mari, jangan ragu masuk Jawa Hokokai,” ujar kiai tadi merespon.

NAMUN DEMIKIAN, salahlah kita jika hanya menilai Kiai Wahab sebagai kiai politisi saja. Salah, karena ia sesungguhnya adalah  seorang ulama tauhid dan juga fiqih yag sangat mendalam dan luas pengetahuannya. Dengan ilmunya itu, itu dengan mudah mampu menerapkan prinsip-prinsip fiqih dalam kehidupan modern secara progresif, termasuk dalam bidang fiqih siyasah.

Kitab yang ditulisnya Sendi Aqoid dan Fikih Ahlussunnah Wal Jama'ah, menunjukkan kedalaman penguasanya di bidang ilmu dasar tersebut. Ini yang kemudian menjadi dasar bagi perjalanan Ahlusunnah wal jamaah di lingkungan NU.

Dalam tiap bahtsul masail muktamr NU, ia selalu memberikan pandangannya yang mamapu menerobos berbagai macam jalan buntu (mauquf) yang dihadapi ulama lain.
Kiai Wahab sadar betul mengenai pentingnya pendidikan masyarakat umum. Karena itu dirintis beberapa majalah dan surat kabar seperti Berita Nahdlatoel Oelama, Oetoesan Nahdlatoel Oelama, Soeara Nahdlatoel Oelama, Duta Masyarakat, dan sebagainya.
Ia sendiri aktif salah seorang penyandang dananya dan sekaligus sebagai penulisnya. Propaganda di sini juga sangat diperlukan dan media ini sangat strategis dalam mepropagandakan gerakan NU dan pesantren ke publik. Gagasan itu semakin memperoleh relevansinya ketika KH Machfudz Siddiq dan KH Wahd Hasyim turut aktif dalam menggerakkan pengembangan media massa itu.

Demikian juga dalam menghadapi zaman Jepang yang sulit, terutama ketika penjajah itu itu pada tahun 1942 menangkapi para tokoh NU, maka Kiai Wahab dengan segala pikiran dan tenaganya menghadapi penjajah Jepang. Ia gigih menjadi tim pembebasan, mulai dari membebaskan KH Hasyim Asyari, KH Mahfud Shiddiq, juga ulama NU lainnya baik di Jawa Timur hingga ke Jawa Tengah tanpa kenal lelah.

Masa menjelang kemerdekaan dan dalam mempertahankan kemerdekaan aktif di medan tempur dengan memimpin organaisasi Barisan Kiai, organisasai yang secara diam-diam menopang Hisbullah dan Sabilillah.

Sepeninggal KH Hasyim Asy’ari (Ramadan, 1947), kepepimpinan NU Sepenuhnya berada di pundak Kiai Wahab.

Dalam menghadapi perjanjian dengan Belanda, baik perjanjian Renville, Linggarjati maupun KMB, yang penuh ketidakadilan itu, Kiai Wahab memimpin di depan melawan perjanjian itu. Akhirnya semua perjanjian yang tidak adil itu dibatalkana secara sepihak oleh Indonesia.

Masa paling menentukan adalah ketika NU mulai dicurangi oleh dalam Masyumi dengan tidak diberi kewenangan apapun. Usaha perbaikan oleh Kiai Wahab tidak pernah digubris oleh dewan partai, padahal NU sebagai anggota Istimewa.

Selain itu hanya diberi jatah menteri Agama, itu pun kemudian dirampasnya juga. Apalagi Masyumi mulai melakukan tindakan subversif sepert memberi simpati pada Darul Islam (DI) dan bahkan melakukan perjanjian gelap dengan Mutuasl Security Act (MSA) yang menyeret Indoonesia ke Blok Barat Amerika. NU merasa semakin tidak kerasan di Masyumi.

Ketika Kiai Wahab hendak mendirikan partai sendiri, tidak semua kalangan NU menyetujuinya, apalagi kalangan Masyumi menuduh NU berupaya memecah-belah persatuan umat Islam. NU juga diledek bahwa tidak memiliki banyak ahli politik, ekonomi, ahli hukum dan sebagainya.

Atas semua itu, dengan enteng Kiai Wahab menjawab:

“Kalau saya mau beli mobil, si penjual tidak akan bertanya apakah saudara bisa menyupir. Kalau dia bertanya juga, saya akan membuat pengumuman butuh seorang supir. Saat itu juga, para calon supir akan segera mengantri di depan rumah saya.”

Ketika kalangan ulama NU yang lain masih ragu, dengan tegas Kiai Wahab mengatakan, ”Silakan Sudara tetap di Masyumi, saya akan sendirian mendirikan Partai NU dan hanya butuh seorang sekretaris. Insya Allah NU akan menjadi partai besar.

Melihat kesungguhan itu akhirnya, semua kiai, termasuk Kiai Abdul Wahid Hasyim  sangat terharu, sehingga diputuskan untuk menjadi partai  sendiri.

Dalam Pemilu 1955, perkiraan Kiai Wahab terbukti, NU menjadi partai terbesar ketiga. Dari situ NU mendapat 45 kursi di DPR dan 91 kursi di Konstituante serta memperoleh delapan kementerian. Berkat kepemimpina Kiai Wahab itu, NU menjadi partai politik yang sangat berpengaruh.

Dalam mempimpin keseluruhan drama pilitik nasional, bagi NU, Kiai Wahab adalah pengambil keputusan yang sangat menentukan. Sebab itu, perintahnya sangat dipatuhi sejak dari pengurus pusat hingga ke daerah. Bukan Karena otoriter. Tapi karena memang sangat menguasi kewilayahan dan menguasasi strategi gerakan. Karena itu pula, para kiai kiai sering kali menyebut tokoh kita ini “panglima tinggi”.

Tiap hari, Kiai Wahab keliling daerah, bermusyawarah, menyerap dan memberi informasi, mengarahkan hingga menyemangati para ulama dari Jawa hingga Sumatera, dari Madura hingga Kalimantan. Semuanya diongkosi dengan uang sendiri.

Bila ada di Jombang, tepatnya di Tambakberas, Kiai Wahab tidak pernah absen mengajar di pesantrennya, memberikan pengajian dari kampung ke kampung, dan memberikan brifing politik ada para santri senior, para pengurus NU setempat, hingga memberikan arahan pada pamong desa setempat. Kedekatan dengan rakyat itu yang mendorong militansi Kiai Wahab dalam menyuarakan aspirasi rakyat.  

Banyak yang meriwayatkan pula bahwa Kiai Wahab juga mempunyai kecenderungan hidup zuhud. Dari sekian banyak pesantren yang dikunjungi, tampaknya pengaruh Kiai Zainuddin Mojosari cukup kentara.

Pesantren Mojosari terdapat di pedalaman Nganjuk Jawa Timur. Kiai Zainuddin, pengasuh pesantren tersebut, masyhur sebagai sufi agung di tanah Jawa saat itu. Tradisi sufistik juga membuat pesantren ini menjadi sangat terbuka. Satu contoh, tiap akhir tahun para santri dibiarkan menyelenggarakan pentas seni, ludruk. Para santri main sendiri.

Untuk itu, beberapa bulan sebelum acara, para santri dengan rombongan masing-masing ada yang belajar ludruk ke Jombang, belajar Jatilan ke Tulungagung, belajar Ketoprak ke Madiun dan belajar wayang ke Solo dan sebagainya.   
Wahab muda adalah salah satu di antara mereka itu. Pendidikan keagamaan yang di berikan juga sangat terbuka. Para santri dipersilakan memakai madzhab pemikiran yang disukai, juga diajarkan memecahkan berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan secara lebih luwes dan toleran.

Sikap keagamaan Kiai Wahab akhirnya juga tumbuh dengan terbuka. Ia lebih maju dibanding para ulama yang lain, terutama dalam menerapkan fiqih, tampak lebih mengutamakan dalil rasional, ketimbang doktrinal.

Hal itu memungkinkan masa kepemimpinan Kiai Wahab dalam tubuh NU membuka wawasan yang luas bagi pengembangan pemikiran, kelembagaan dan ktangkasan dalam berpolitik. Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan karib dan iparnya yang sekaligus menjadi wakilnya (Wakil Rais Am), yaitu KH Bisri Syansuri. Kiai Bisri adalah seorang faqih murni yang ketat dan disiplin, sehingga apapun yang berseberangan dengan prinsip yang dipegangi harus disingkirkan.

Kalau Kiai Wahab cenderung berpikiran inovasi dan kreasi, sementara Kiai Bisri berpegangan pada fiqih. Dengan latar belakang semacam itu tidak heran kalau Kiai Wahab Hasbullah denngan senang hati menerima kehadiran Lesbumi 1962, apalagi sebelumnya Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari menyetujui penggunaan alat-alat musik dalam acara-acara NU. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi rasa tenggang rasa dan keduanya tetap saling menghormati.

Karena kharisma dan kepemimpinannya yang belum tergantikan, muktamar NU 20-25 Desember 1971 di Surabaya, Kiai Wahab terpilih lagi sebagai Rais Aam, meski telah udzur. Namun, persis empat hari setelah muktamar, Allah memanggil Kiai Wahab, tepatnya tanggal 29 Desember 1971.

Kewibawaan Kiai Wahab di hadapan pengurus NU yang lain dan pengabdiannya yang total itu menyebabkan KH Saifudin Zuhri menjulukinya sebagai “NU dalam praktek”. Seluruh sikap dan tindakannya termasuk yang kontroversial sekalipun adalah mencerminkan perilaku NU yang tidak dianggap sebagai penyimpangan. Karena seluruh sikap dan tindakannya dilandasi iman, takwa, ilmu, akhlak serta pengabdian yang tulus.

Demikianlah, selintas pengabdian seorang Kiai Haji Wahab Hasubullah, pahlwan tanpa gelar kepahlawanan. (Abd. Mun'im DZ)


Sumber:
- Majalah Oetoesan Nahdlatoel Oelama, No. 1 Tahun 1.
- Saifuddin Zuhri, Biografi KH. Wahab Hasbullah, Jombang, 1981
- Aboebakar Aceh, Sejarah Hidup KH Wahid Hasyimdan Karangan Tersiar, Diterbitkan Panitia Peringatan KH    Wahid Hasyim, Jakarta, 1957.

sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,13-id,39322-lang,id-c,tokoh-t,Kiai+Wahab+Hasbullah++Pahlawan+Tanpa+Gelar-.phpx

Kamis, 16 Oktober 2014

Pengajian Midodareni



Sudah lama sekali rasanya tidak menyapa para rekan di blogkku ini. Hai apa kabar semua??
Beberapa hari yang lalu saya diminta mengisi acara Midodareni di wilayah Ngemplak Sleman Yogyakarta. Midodareni adalah salah satu prosesi budaya Jawa yang dijlankan oleh mempelai wanita. Bak Bidadari yang sedang menunggu pasangannya, maka calon mempelai wanita juga dipingit di dalam kamar. Tidak boleh kemana-mana kecuali urusan mandi dan ke toilet.

Di kamar itulah mempelai wanita diharumkan tubuhnya dengan rempah-rempah tertentu dengan cara diasapi. Tidak ketinggalan pula seluruh ruangan  dan perabot di dalam kamar pengantin. Hal ini dimaksudkan  ketika mempelai pria bertemu mempelai wanita, sang pujaan hati benar-benar terlihat seperti bidadari yang wangi tubuhnya semerbak memenuhi ruangan di perhelatan ijab qobul esok harinya.

 Terlegih lagi ketika mereka memasuki kamar pengantin yang semalam sebelumnya telah dipersiapkan  dengan dekorasi yang menawan dibarengi dengan hembusan lembut berbagai macam aroma wewangian. Wow !!!Bisa dibayangkan bukan. Sungguh sakralitas sebuah pernikahan benar-benar dijunjung tinggi oleh orang Jawa. Pernikahan bagi mereka bukanlah sekedar wahana legal untuk menyalurkan hasrat biologis semata. tetapi ada yang lebih agung dari sekedar sex.

untuk sedikit selingan menambah wawasan tetang Midodareni dan bagaimana Islam memandang fenomena budaya Jawa yang sarat akan makna ini. Silahkan klik link di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=nneO63H1qrw

Senin, 14 April 2014

MH123 – Main-Main Nasib Ahli Yang Mahal


Manufacturing Hope 123
Dahlan Iskan : MH123 Main Main Nasib Ahli Yang Mahal 1024x575 MH123   Main Main Nasib Ahli Yang Mahal : KabarDahlanIskan
Dahlan Iskan : dahlanico post MH123   Main Main Nasib Ahli Yang Mahal : KabarDahlanIskanSaya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson.
Dia sudah enak hidup di Jepang. Sekolahnya pintar dan setelah lulus pun langsung diminta untuk bekerja di perusahaan besar di sana.
Gajinya bagus dan karirnya melejit. Perusahaan itu juga memberikan lapangan yang luas yang bisa dia pakai untuk berkiprah.
Ricky Elson menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik. Anak yang begitu lulus SMA di Padang ini langsung sekolah di Jepang, menjadi anak emas di sana.
Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang.
Di berbagai kampus universitas kita, saya memang sering mendengar teriakan mahasiswa seperti ini: mengapa tidak diusahakan memanggil pulang anak-anak bangsa yang hebat-hebat yang kini di luar negeri.
Terakhir suara seperti itu saya dengar waktu dialog dengan mahasiswa Politeknik Negeri Denpasar, dan saat dialog dengan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dua minggu lalu.
Pertanyaan seperti itu juga disuarakan banyak kalangan, di berbagai kesempatan.
Tentu saya mencoba untuk realistis. Jangan semua anak kita yang hebat dipanggil pulang. Panggillah yang benar-benar diperlukan untuk proyek mendesak yang bisa mengeluarkan bangsa ini dari kesulitan.
Saya melihat bangsa ini lagi terbelit masalah besar. Yang belum menemukan jalan keluarnya yang jelas. Yakni persoalan ketergantungan bangsa ini pada bahan bakar minyak (BBM) impor. Kian lama impor BBM kita kian besar. Dan akan kian besar.
Salah satu solusi yang saya lihat adalah mobil listrik. Bukan karena saya ahli mobil listrik, melainkan begitulah pendapat ahli di seluruh dunia. Kalau kita terlambat mengembangkannya, kita akan terantuk lubang untuk kedua kalinya. Mobil-mobil listrik buatan asing akan membanjiri Indonesia dalam 15 tahun ke depan.
Maka saya merayu Ricky untuk pulang. Memang dia semula menolak. Gajinya akan turun drastis. Dia sudah menikah. Perempuan Padang juga. Dia sudah harus bertanggungjawab pada keluarga.
Tapi alasan penolakan terbesarnya adalah ini: apakah saya akan berarti? Apakah saya akan mendapatkan keleluasaan untuk mencipta? Apakah pemerintah indonesia akan memberikan dukungan? Apakah proyek itu benar-benar akan bisa jalan? Dan banyak pertanyaan yang sifatnya jauh dari urusan uang seperti itu.
Soal gaji yang akan turun, saya bisa mencarikan jalan keluar. Biarlah seluruh gaji saya sebagai menteri dialah yang menerima. Setiap bulan. Tapi soal jaminan kelangsungan proyek saya sulit memberikan. Kecuali bahwa saya akan ikut all out. Termasuk membiayai seluruh pembuatan mobil-mobil listrik prototype.
Ricky memenuhi komitmennya. Membuat mobil listrik 100 persen made in Indonesia. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik.
Tapi nasib mobil listrik kini kian tidak jelas. Aturan tentang mobil listrik tidak segera keluar. Sikap Bapak Presiden sendiri sudah sangat jelas: berikan dukungan yang maksimal untuk mobil listrik. Nyatanya sulitnya bukan main.
Kini Ricky menganggur di Indonesia. Dia seperti harus menunggu Godot. Maka dia mulai merasa hidup sia-sia. Dia ingin kembali ke Jepang. Dia tidak berani mengatakannya langsung kepada saya, tapi dari beberapa tulisan tentang Ricky di Kompasiana saya bisa merasakan dukanya yang dalam.
Bahkan salah seorang temannya di Jepang meledeknya dengan kalimat ini: sudah puaskah Anda hanya main-main di Indonesia?
Saya merasa bersalah. Saya tidak akan mampu menahannya. Terutama karena masa depannya yang tidak boleh dikorbankan.
Ricky sebenarnya sangat ideal bagi saya. Selama hampir dua tahun di Indonesia dia kerja amat keras. Sama sekali tidak menonjolkan diri sebagai seorang ahli. Dia sangat ringan kaki. Mau terjun ke bawah dan mengurus hal yang detil.
Dia tidak segan-segan ikut angkat-angkat barang. Dia mau membina dan mengajar secara telaten dan sistematis. Seperti mempraktikkan dan menularkan ilmu yang dia peroleh selama di Jepang.
Saya masih berharap, kalau perjuangan mobil listrik sudah jelas, kelak akan merayunya kembali untuk pulang ke Indonesia.
Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Senin, 17 Maret 2014

Fantastiknya film 99 cahaya di langit Eropa


Apa yang anda bayangkan jika mendengar Eropa? Eifel, Colosseum, San Siro atau tembok Berlin?
Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur,  
peradaban keyakinan saya, Islam.  
film ini bercerita, tentang perjalanan sebuah "pencarian". 
pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.
Dalam perjalanan ini Hanum bertemu dengan orang-orang yang mengajarinya, apa itu islam rahmatan lil 'alamin. Perjalanan yang mempertemukan Hanum dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. perjalanan yang merengkuh dan mendamaiakan kalbu dan keberadaan diri Hanum.
Pada ahirnya, di film ini akan akan menumukan bahwa Eropa tak sekedar austria, Cordoba.....lebih dari itu.


Hai, pagi semua sobat. kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku nonton bareng ama istri film  "99 Cahaya di Langit Eropa part 2" di weekend yang lalu. Bagi kalian para pecinta film Indonesia, saatnya nonton film yang satu ini. keren ! plot, alur ceritanya, sound effect, maupun visualnya.

film ini dibintangi oleh :
ACHA SEPTRIASA (Hanum),  adalah istri dari Rangga yang rela mengikuti suaminya ke Eropa untuk menempuh pendidikan selama 3 tahun.
ABIMANA ARYASATYA (Rangga), Rangga adalah suami dari Hanum yang menjalani pendidikan dengan kuliah di international school, Austria.
Vj MARISSA (Maarja), Maarja adalah seorang wanita berkebangsaan Jerman yang menjadi sahabat Rangga.
RALINE SHAH (Fatma Pasha), salah satu pemeran film 5 cm yang heboh itu.  Fatma merupakan karakter wanita muslim asal Turki yang ditemui Hanum saat berada di Austria.
ALEX ABBAD (Khan), Khan adalah salah satu teman baik Rangga yang sosoknya benar-benar ada dan bukan fiksi.
NINO FERNANDEZ (Stefan) salah satu teman Khan dan Rangga yang unik.

Kamis, 13 Maret 2014

Sisi Lain Hitler yang jarang diungkap....anda akan terkejut !

Berbicara Hitler seakan tidak ada kebaikan di dalamnya. ia identik dengan kekejaman, rasis dan kecongkakan. Padahal itu semua belum tentu benar. Sejarah memang mengasyikkan. karena sejarah tidak pernah berhenti pada satu kisah atau penuturan. akan muncul data-data baru yang akan melengkapi sejarah yang kita baca pada kurun sebelumnya. mengapa demikian? 

Sejarah akan tergantung penulisnya. ia akan terwarnai subyektifitas penulis itu sendiri.  mengenai Hitler semenjak dahulu sudah ditanamkan dalam pelajaran sejarah kita bahwa ia adalah orang kejam, rasis bla..blaa blaa tanpa sendiri kita tahu siapa penulis sejarah Hitler. Apakah ia sudah mengeksplore semua kehidupan tentang Hitler atau hanya satu sisi berdasarkan kepentingannya. Di sinilah diskusi hal ini menjadi menarik. Tulisan tentang Hitler sudah pernah saya ulas pada entri tahun sebelumnya. Tulisan di bawah ini paling tidak akan membukakan mata kita tentang sisi-sisi Hitler yang selama ini tidak pernah diekspose entah itu faktor kesengajaan atau karena ada unsur lain. selamat menikmati. 

"Karena dia merasa kagum pada Peradaban Islam, dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi sewaktu perang, walaupun kepada tentara yang non-Muslim."




Saya mengobrol dengan saudara saya yang sedang menyelesaikan tesis PhD-nya. Saya amat terkejut ketika dia menyatakan tesis beliau mengenai Adolf Hitler, pemimpin Nazi. Lalu saya bertanya,”Sudah tiadakah tokoh-tokoh Islam di dunia ini hingga engkau memilih si bodoh ini menjadi tema tesismu?”
Dia tertawa lalu bertanya apa yang saya ketahui tentang Hitler.

Jumat, 07 Maret 2014

Apakah Arti Tangisanmu ?



Malam ini kau kembali bungkam seribu bahasa. aku tidak tahu mengapa kau begitu. ketika ku tanya ada apa. kau pun masih tetap diam. hanya desau nafasmu yang terdengar agak berat. Jam di dinding kamar berdetak-detak, seperti palu-palu yang ditabuhkan oleh hantu-hantu malam. aku bingug harus berbuat apa. Diantara sekian hal yang menyakitkan, bagiku, tidak ada yang lebih menyakitkan di saat aku didiamkan oleh seseorang. apalagi oleh istri.

Tidak seberapa lama kau pun mulai tersedu-sedu. semakin hancurlah hatiku. Akupun bertaya, ada apa? kau masih tetap saja membisu. Tuhan, dengan cara apa agar istriku mau ngomong.

"Ada apa ma? bicaralah ! kalau kamu tidak mau bicara bagaimana aku bisa mengerti apa yang kamu mau?
kalau ada yang salah padaku aku minta maaf . tapi please....bicaralah!"

Bukan jawaban yang aku terima. malah tangismu semakin keras. jam sudah menunjukkan pukul 23.00 Wib. aku semakin bingung dan tidak mengerti. ada apa dengan istriku? mungkinkah ia kesambet setan?
aaah... rasanya tidak mungkin. aku dekati wajahmu untuk memastikan tidak ada yang berubah. biasanya orang yang ketempelan jin, roman muka dan sorat mata mengalami perubahan. Ini tidak. aku belai wajahmu yang ayu.

"Maa...ada apa sebenarnya? bicaralah !"
Kau masih saja tersedu-sedu oleh tangismu. beginikah wanita. kadang aku dibuat tdak mengerti dengan jalan pikiran mereka. Konon, di saat wanita menangis ada berbagai macam interpretasi yang bisa disimpulkan. pertama ia bahagia. kalau yang satu ini tidak mungkin. sebab wanita yang menangis karena bahagia ada sesungging senyum manis dan tulus di sudut bibirnya meski air mata berderai membasahi pipinya. kedua, karena sedih. kalau yang kedua ini sangat-sangat mungkin. cuman sedihnya karena apa. ini yang masih membuatku bingung.

Aku bukanlah type lelaki yang suka selingkuh, berbuat kasar sama anak juga tidak. lalu apa penyebab istrku menangis? beribu-ribu pertanyaan menjejali otakku. semakin aku berpikir keras kebuntuanlah yang aku hadapi. akhirnya aku menyerah pada keadaan. aku biarkan istriku sendirian di kamar. sementara aku menuju kamar yang lain. mungkin ia butuh suasana menyendiri agar bisa berpikir tenang.

jam menunjukkan pukul 00:00 aku mendengar langkah kaki istriku turun dari ranjang menuju ruang tengah. aku masih terbaring di kamar sambil menunggu dengan cemas. aku pun keluar pura-pura ke kamar kecil. istriku rebahan di kursi tamu sambil membiarkan pintu rumah terbuka. Mungkin ia butuh angin segar, pikirku. biarlah ia nikmati kesendiriannya.

untuk mengusir rasa jenuhku aku memasak air untuk persediaan air kendi esok pagi. selama ini kami memang mengkonsumsi air kendi, tidak air mineral yang dipasarkan di toko-toko. kelihatan ribet memang. tetapi kami punya alasan sendiri mengapa lebih menyukai air kendi.

pertama air yang dimasak jelas lebih sehat daripada air yang tidak dimasak.  kedua karena kendi terbuat dari tanah yang dikeringkan kemudian dibakar maka dengan sendirnya ia mengandung unsur tanah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. ketiga proses pendinginan alami yang dilakukan oleh kendi sangat terasa ketika air sudah menyentuh tenggorokan. Rasanya cessshhh....segaaaaarrr....  dan kesegaran itu terasa hingga ke dalam perut. Satu hal yang tidak didapatkan manakala mengkonsumsi air mineral. Pembaca pasti menyangsikan. boleh dicoba dech.

Untuk mendapatkan sensasi air kendi yang segaaaar  ada satu tips yang harus diperhatikan. yaitu ketika air sudah mendidih segera tuangkan air yang masih mendidih tadi ke dalam kendi. kemudian tutup dengan tutup yang ada. tunggu keesokan harinya dan nikmati sensai kesegaran air kendi.

satu ceret air telah mendidih kemudian aku tuangkan ke dalam kendi. ceret kedua pun menyusul aku taruh di atas api. aku lihat istriku masih duduk menyendiri. entah apa yang ada dalam pikirannya. aku tak tahu. ceret kedua pun mendidih. istriku mulai beranjak dari kursi tamu menuju kamar tidur. setelah usai menuangkan ceret ke dalam kendi. akupun bergegas menuju kamar. Aku lihat istriku mulai tertidur. aku pandangi wajahnya dari jauh. oh...istriku ada apa dengan dirmu??? sungguh kamu terlihat cantik pada waktu terlelap tidur seperti ini.

Malam ini aku biarkan istriku tidur dalam kesendirian.  Biarlah. Siapa tahu esok pagi ia bangun dalam keadaan lebih baik. Mataku belum mau tertidur juga. aku sambar buku  yang baru kemarin aku beli. halaman demi halaman aku buka. akhirnya  akupun ketiduran hingga pagi menjelang.  


Bersambung....



Rabu, 05 Maret 2014

Sunyaruri......Risa saraswati





Minggu minggu ini aku sedang terpikat. Terpikat oleh sosok yang belakangan ini kerap muncul di televisi mendampingi mister Tukul. Sosok ini menarik bukan hanya dari tampilan fisiknya yang cukup manis dan elegan tetapi juga attitude-nya yang punya daya tarik sendiri. Dia adalah Risa Saraswati.

Siapa sekarang yang tidak mengenal Risa. dari yang semula tikus (meminjam istilah di dalam buku ketiganya-Sunyaruri) kini dia telah menjelma menjadi kuda nil. dari siniah kemudian ketertarikanku mulai tumbuh. apalagi ketka membaca ending bukunya yang men-support siapapun agar berani menulis layaknya dia. Risa menuturkan, dirinya bukanlah sastrawan, bukanlah penulis handal. hanya berlatar belakang corat-coret dalam blog maka lahirlah buku-buku yang kini banyak diburu oleh asyarakat dan kawula muda khususnya.

Risa ternyata tidak punya akun Facebook, melainan twitter. aku bela-belain dech login di twiter hanya karena pengein tahu lebih deket ama Risa ini. syukur-syukur mentionku dibalas. waaah betapa senengnya hati ini. but so Far...aku hanya bisa gigit jari. di setiap kesempatan aku coba 'mencolek' Risa tetapi tetap saja sunyi. hampa, tidak ada balasan.

Ada sebersit kekecewaan memang, tetapi aku sadar diri. Emang siapa aku? begitu mention lalu dibalas?? hahahaha....ibarat pendatang baru di ranah Risa, maka tentu saja aku harus bersabar, antri.Mungkin di luar sana masih banyak para penggemar Risa yang masih harus menunggu difollow back.
semoga lewat tulisan ini, siapa tahu Risa ntar melongok ke blogku...hehehe...mngharap.com.

Kemarin, 2 hari yang lalu buku pesenanku datang. Sunyaruri. itulah judul buku ketiga karya Risa saraswati.  masih lengkap dengan sampul plastiknya kemudian aku taruh di meja kantor lalu aku ambil gambar. Jepreeet!!

Dengan sangat Pede maka aku pamerkan foto buku baruku itu ke Risa. eh siapa tahu dia langsung melengos, melirik mentionku. Dug..dug..dug.....hatiku bertalu-talu memantau terus twitter baruku. siapa tahu Risa langsung menyahut tweetku. Rasanya kayak seperti orang yang jatuh cinta lagi. mengharap-harap sesuatu sambil terus deg-degan. qiqiqiqiqi....apakah memang begini rasanya menunggu balasan dari orang yang kita kagumi??? entahlah...

Halaman demi halaman aku buka. Nyaris dalam dua malam buku itu plototin. begitu usai kesan yang aku dapatkan adalah wowwww...!!!

Risa ternyata tidak hanya pandai menyusun syair-syair lagu tetapi sangat lihai memainkan kata-kata di setiap lembaran Sunyaruri. Aku bisa merasakan detak nafasnya di setiap alur yang ia paparkan. bahkan seolah olah aku sedang dibawa ke alamnya, menyaksikan secara langsung apa yang Risa alami.

Berhubungan dengan dunia 'hantu' tidak lalu identik dengan hal-hal yang berbau mistik dan horor. Tetapi Risa bisa menghadirkan dalam bukunya sebuah nuansa berbeda dari kebanyakan 'cenayang'.
Sunyaruri dihadirkan untuk memberitahu pembaca bahwa ada ruang di mana 'mereka para hantu' bisa berbagi pengalaman hidup yang bisa kita petik pelajaran. ada banyak kisah yang tidak kalah mengharukan dibanding dengan kehidupan manusia pada umumnya

contoh, ketika membaca kisah Elsja yang harus mati di ruang bawah tanah karena dikurung oleh bapak ibunya yang Netherland. Dengan membawa cinta yang terpendam kepada Jalil sang pujaan hatinya disertainya dengan 'amarah', kelaparan dan kegelapan yang menyiksa ia harus meregang nyawa sendirian dalam sunyi. Oooooh......dadaku sesak ketika menuliskan paragraf ini. Ya Alloh...ya Rohman...

Aku membayangkan betapa seharusnya orang seperti Risa direkrut oleh pihak kepolisian untuk membantu mengusut sekaligus menelusuri kematian seseorang.  Dengan kemampuan Risa yang dapat memflasback kehidupan seseorang yang telah mati, rasanya ada titik pijak yang bisa digunakan oeh kepolisian untuk menginvestigasi jejak kematian seseorang.

Konon, di Amerika dan di negara Barat sudah biasa menggunakan jasa para para cenayang (supranatural) guna mengungkap misteri kematian ataupun kasus yang gelap. jadi ingat film the X file...hehehehe
Tentu saja dengan sistem yang telah diatur sedemikian rupa.
dan juga masih konon katanya, ketika pihak berwajib memburu dan melacak keberadaan resedivis juga menggunakan jasa para supranatural untuk memindai keberadaannya. Kebetulan salah satu diantara mereka pernah ngobrol dengan penulis. maka tidaklah berlebihan jika sekiranya Risa Saraswati kemudian digandeng oleh pihak kepolisian guna mengungkap tabir-tabir gelap di balik kematian seseorang yang acapkali dijumpai.
Gimana teh Risa...mau???






Jumat, 03 Januari 2014

SEPENGGAL KISAH CUT NYAK DHIEN YANG TERLUPAKAN

HARI itu, tepat 11 Desember 1906, Bupati Sumedang waktu itu, Pangeran Aria Suriaatmaja, kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan dari pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua, renta, rabun serta menderita encok.

Seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih berumur 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tetap kelihatan tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.
Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria Suriaatmaja tidak menempatkannya di penjara. Melainkan memilih menempatkannya disalah satu rumah milik tokoh agama setempat.

Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta dan menderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 06 November 1908 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan tua itu.

Kamis, 02 Januari 2014

FETIH 1453 (Film Kolosal atas kehebatan Sultan Mahmud II al Fatih)



Malam tahun baru ini sengaja aku habiskan ama istri untuk nonton film Fetih 1453. di saat sebagan besar manusia, mungkin, menghabiskan waktu untuk menyambut tahun baru di jalan-jalan, hotel, tempat rekreasi atau lainnya.

 Fetih 1453 adalah sebuah film sejarah epik yang dibuat di Turki. Film yang dibuat dengan US$ 17 juta atau sekitar Rp 158 miliar ini menceritakan tentang pembebasan Bizantium (Romawi Timur) dengan ibukotanya Konstantinopel (Istambul) oleh Sultan Mehmed II (Muhammad Al-Fatih). Dengan biaya sebesar itu menjadikan Fetih 1453 sebagai film termahal yang pernah dibuat sepanjang sejarah perfilman Turki.

Film ini dibuat mulai September 2009 dan baru selesai Januari 2011. wow...! bukan waktu yang singkat bukan?

Film yang dibintangi oleh Devrim Evin sebagai pemeran Sultan Al-Fatih ini disutradarai oleh Faruk Asoy dengan beberapa aktor lainnya seperti İbrahim Çelikkol sebagai Ulubatli Hasan, Recep Aktuğ sebagai Constantine XI, dan lain sebagainya yang sebagian besar berasal dari Turki.


ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...