Jumat, 11 Oktober 2013

CARA PEDEKATE TUHAN

 

Ketika berbicara jauh dekat, maka asumsi kita mestilah merujuk kepada jarak dan tempat. Misal, kota semarang itu jauh dari Jogja, sementara Kalasan itu dekat dari kota Jogja. Ketika dekat dan jauh itu dilekatkan kepada Allah. pertanyaan selanjutnya adalah seberapa jauh atau seberapa dekat Allah itu dengan kita?


Kegalauan manusia terhadap kedudukan Tuhannya rupanya telah diketahui olehNya. lihat saja pada Q.S. Al Baqarah :186,


 "Dan Apabila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah sesungguhnya Aku dekat..."

Manusia, selaku manusia ambisius tidak kemudian berhenti pada jawaban tersebut. pertanyaan lanjutan pun dikemukakan, 

" Seberapa dekat Dia dengan kita?"


Allah pun kemudian menjawab dalam firmanNya :

"....dan Aku Allah lebih dekat kepadanya (manusa) daripada urat lehernya." (Q.S. Qaf : 16)


Lewat ayat di atas Allah dengan sangat lugas menegaskan diriNya bahwa Dia sangat dekat dengan manusia. masalahnya adalah, kadang manusia tidak pernah merasakan kedekatan ini.

Jangankan kepada Allah. antara sesama manusia yang duduk berdekatan, bahkan tidur satu ranjang,  makan minum semeja tidak jarang mereka merasa jauh dengan pasangannya. 


Demikian pula sebaliknya, ada sementara manusia yang terpisahkan oleh jarak dan ruang tetapi merasa dekat dan mesra. jika demikian, jauh dan dekat itu yang menentukan adalah hati.


Sholat dalam Islam adalah salah satu ibadah yang ditujukan untuk menjalin hubungan manusia dengan Sang Penciptanya. Ketika seorang muslim shalat dia sedang menempuh cara untuk mendekatkan kepadaNya. yakni dengan memperbanyak DZIKIR (ingat) kepadaNya. 


Masalahnya, dalam shalat itu sendiri lebih banyak manakah ingat kita kepada Allah dengan urusan dunia kita. Kalau ingat dunia lebih besar mendominasi pikiran dan hati kita,dijamin shalat kita tidak akan semakin mendekatkan diri kita kepadaNya. justeru semakin jauh. Shalat yang seperti ini adalah shalat yang belum bisa menghadirkan hati. Sehingga betatapapun Allah bersanding dekat kita kita tidak merasakan kedekatan itu.


Kalau dengan cara shalat kita belum bisa mendekat dengan Allah, Dia menyediakan jalur lain. Apakah itu? 


Peduli sesamamu = bertemu Allah


Allah berfirman, "Wahai bani Adam Aku sakit mengapa engkau tidak menjengukku?
"Wahai Tuhan, bagaimana kami menjengukMu sedangkan Engkau Tuhan sekalian alam?"


"Apakah engkau tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan sakit dan engkau tidak menjenguknya?. Tahukah Engkau jika saja engkau menjenguknya maka engkau akan mendapati Aku di situ"

"Wahai bani Adam Aku minta makan kepadamu mengapa engkau tdak memberiKu makan?"
"Wahai Tuhan, bagaimana kami memberiMu makan sedangkan Engkau Tuhan sekalian alam?"


"Apakah engkau tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan meminta makan kepadamu sementara kau tidak memberinya? Tahukah Engkau jika saja engkau memberinya makan maka engkau akan mendapati Aku di situ"

"Wahai bani Adam Aku minta minum kepadamu mengapa engkau tdak memberiKu minum?"
"Wahai Tuhan, bagaimana kami memberiMu minum sedangkan Engkau Tuhan sekalian alam?"


"Apakah engkau tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan meminta minum kepadamu sementara kau tidak memberinya?" Tahukah Engkau jika saja engkau memberinya minum maka engkau akan mendapati Aku di situ" (H.R. Muslim)

Bersambung.... 





 

Kamis, 10 Oktober 2013

SAAT UJIAN ANAKMU JEBLOK



Minggu ini adalah saat ulangan pra semester gasal. Eghar, anakku yang pertama, sekarang duduk di kelas 4. Dia tergolong anak yang cerdas dan juga tampan. Cuman satu kekurangannya, dalam menggarap soal agak kurang cermat, terutama matematika. 

Dari situ, nilai yang dihasilkan terkadang jauh dari harapan. Hanya karena kurang cermat dalam penghitungan angka. Sebagaimana kita tahu, matematika keliru satu angka saja sudah pasti salah. Karena ia masuk kategori ilmu eksak. Ilmu pasti. Lain halnya mata pelajaran ips, Pkn. 

Kalau sudah seperti ini, perilaku kebiasaannya kumat. Nilai ulangan yang kebetulan jelek tidak ditunjukkan kepada kami selaku orang tua. Dia selempitkan diantara tumpukan buku mata pelajarannya. 

Sebagai orang tua seringkali kami mengecek mata pelajaran, hasil belajar dan lainnya. Ketika aku bongkar satu persatu buku pejarannya, jatuhlah selembar kertas. Aku pungut dan kubaca. Ternyata nilai ulangan matematikanya mendapatkan nilai 5,5. 

Jujur, dalam hati aku menggerutu. Masya Allah.....eghar! Yang aku sesalkan bukan nilainya yang jelek, tetapi ketidak jujurannya untuk menunjukkan hasil ulangannya. Betapapun dan berapapun nilainya. 

Bagi kami, anak tidak harus juara. Asalkan bisa mengikuti mapel yang diajarkan. Itu sudah cukup. Jadi juara alhamdulillah, tidak jadi juara tidak mengapapa. 

Baris demi baris aku baca. Sebenarnya dia sudah mengerti arah soalnya. Cuman jawabannya selisih satu angka. Hehehe...tetap aja salahkan?  

Kalau sudah seperti ini, seperti biasa. Dalam peraturan kami, jika anak berprestasi kami beri reward. Dan jika jeblok kami beri punishment.

Hukuman yang kami berikan adalah, waktu main yang biasanya kami berikan sangat longgar sekarang kami cabut. Akan kami kembalikan jika dia bisa memperbaiki keteledorannya mengerjakan soal.

So...selamat menikmati 'hukuman' ini anakku. Kamu pasti bisa.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini Part II

.....Tiba di Taman wisata Kaliurang, kami singgah sebentar. Sebuah taman yang cukup luas, berukuran 1 ha kurang lebih. Untuk memasuki taman ini anda cuman dikenakan tiket @ Rp 5.000,- dan andapun bisa dengan leluasa menikmati berbagai macam mainan yang tersedia.

Ada bandulan, plorotan, tangga ketangkasan, komedi putar mini  dan tentu saja mobil mobilan untuk anak kecil. Khusus mobil mobilan ini biaya sewanya relatif murah, cuma 2.500,- anda bisa menyenangkan putra-putri anda selama kurang lebih setengah jam untuk berputar putar mengitari taman.



Bagi anda yang lupa tidak membawa bekal, jangan khawatir. Di dalam area taman ini banyak dijajakan makanan kecil dan aneka minuman. Bagi para penggemar bakso, mie ayam dan wedang ronde, jangan panik. Anda bisa dapatkan itu semua di sepanjang jalan di luar area Taman wisata ini. Tentu saja sambil menikmati pemandangan lereng Merapi dan menghirup udara yang segar. Wuussss....

Selepas bermain cukup puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Hutan wisata Kaliurang. Tempat di mana air terjun bakal anda jumpai. Dari Taman wisata ini dari sisi sebelah kanan anda bergerak maju kira kira 200m akan ada pohon beringin dengan dua cabang jalan. Anda cukup ambil yang kanan, berjarak kurang lebih 800m terminal Kaliurang dan Hutan wisata telah menanti anda.

Sesampainya di Terminal Kaliurang, seorang petugas melambaikan tangan dan menyodorkan tiket masuk sebesar Rp 4.000,- Alunan musik sepoi sepoi menyambut kedatangan kami. Seperti musik jathilan. Benar saja, ketika sampai di parkiran irama musik jathilan semakin menggema dengan keras. 

Sebenarnya, secara pribadi, saya kurang begitu sreg. Memang dengan diusungnya jathilan ke wilayah wisata semacam ini disamping akan menjadi magnet daya tarik para wisatawan tetapi juga memiliki dampak negatif. 

Para wisatawan, memilih tempat di Kaliurang atau tempat wisata lainnya misalkan, adalah dalam rangka ingin refreshing, mencari ketenangan, dan suasana asri yang jauh dari hiruk pikuk seperti halnya di tengah kota.

Pernah kami jumpai seorang pengunjung, di sebuah tempat wisata (tidak perlu kami sebutkan namanya) dengan sangat pede memanggul tape compo dengan speaker super woofer. Musik rancak pun diputar. Dengan topi terbalik dan kaca mata hitam, remaja itu pun berjoget. Haduuh malah ada hip hop di sini! Ampuuuun dah.

Ternyata, pemandangan semacam ini tidak hanya kita jumpai di Kaliurang, di beberapa tempat wisata seperti Tawangmangu, pantai Rongkop Gunung Kidul hiburan musik dangdut juga ada di sana. 

Musik yang terdengar hingar bingar ditambah dengan penyanyi yang sering mengenakan kostum  agak 'seronok' menambah semakin acakadul tempat wisata. Kita yang semula membayangkan suasana tenang, damai, sunyi, hanya desau angin lembut yang membelai wajah dan hidung kita, musnah sudah. malah kayak suasana di pasar.

Okelah...kita tinggalkan jathilan. Setelah memarkir kendaraan, kami segera menebar pandangan ke sikitar. Sejuah mata memandang terlihat kios kios makanan dan penjual pernak pernik serta cindera mata khas Kaliurang berderet rapi. 

Di sudut pojok barat ada sebuah kolam renang yang dulu bisa untuk mandi anak anak sekarang sudah rusak. Tidak berfungsi lagi. Pepohonan di sekitar Kaliurang  juga banyak yang meranggas. Ini diakibatkan oleh dampak erupsi Merapi 2010 yang lalu. Awan panas telah meluluh lantakkan nyaris semua pepohonan yang ada. Meski kini sudah nampak kehijauan.


Penasaran dengan air terjun yang dibilang istriku, kami pun segera memasuki kawasan hutan wisata Kaliurang. Di sini kembali anda akan dikenai biaya retribusi masuk sebesar Rp 2.000,-. Sangat murah. 

Beberapa ratus meter kami melanglah monyet -monyet kecil menyambut kedatangan kami. Ada puluhan  kera kecil yang bergelayutan di pepohonan dan bahkan di pinggir jalan. Sambil menunggu lemparan kacang garing atau pisang dari pengunjung.  


Hati-hati jika anda menenteng tas berisi makanan. Jangan sampai ketahuan mereka. Bisa-bisa liburan anda akan berubah menjadi horor...hehehe. iya. Sebab mereka akan merangsek isi tas anda dan mengeluarkan satu persatu.

Sepanjang jalur menuju lokasi air terjun ini, sisa sisa hantaman debu merapi  masih sangat kentara. Beberapa batang pohon yang  sudah lapuk dan terpotong potong masih teronggok di sana sini. Besar kemungkinan pohon pohon itu roboh akibat terjangan  awan panas (wedus gembel). Bahkan beberapa bangunan terlihat terkoyak dan rusak parah akibat tertindih pepohonan tersebut.

Dari jarak 30 m terlihatlah panorama bukit air terjun itu. Tapi sayang, sudah tidak mengucurkan air. Hanya tinggal bongkahan batu yang kering disapu debu. Huwwww.....kecewa deh kita. Untuk mengobati kekecewaan itu lalu kami pun mengabadikan moment moment nelangsa tersebut lewat bidikan kamera. Kecewa tapi tetap narsis!! 

Puas dengan jeprat-jepret kamera, kami pun meluncur turun. Ada sebuah bangunan yang mirip museum di sini ternyata. Anda bisa melihat photo photo saat erupsi Merapi 2010 dan kejadian kejadian di seputarnya. 

Bahkan di sini, anda bisa menyaksikan cuplikan saat saat letusan Merapi berlangsung. Luncuran awan panas yang menyeramkan tapi sekaligus indah.

Adzan Duhur berkumandang dari corong masjid. Memanggil orangbberiman untuk mengingat kebesaran ayat ayatNya. Ya robb...kami datang kepadaMu.

Senin, 07 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini



Hari minggu kemarin aku dan kelurga liburan. Jalan jalan di wilayah jogja. Diantara sekian pilihan yang ada maka jatuhlah pilihan Kaliurang. Pilihan ke kaliurang bukannya tanpa alasan.

Menurut istriku, dia udah kangen air terjunnya itu. Haaa...ada air terjun, batinku. Alasan kedua, makanan khasnya yang ngangeni, jadah ama tempe tahu bacem. Bila dua makanan ini dikunyah bersamaan ternyata menimbulkan sensasi yang luar biasa. Alasan ketiga, ini adalah hari pengalihan acara ulang tahun. 

Sebenarnya ulang tahun istriku jatuh 2 hari sebelumnya. Menurut rencana semuala mau dirayain malam hari. Tapi takut kalau Eghar dan Ardo, dua anak lelakiku, besok pagi kecapekan dan kesiangan bangunnya. Sementara mereka masih masuk sekolah. Maka dipilihlah hari Ahad. Biar semuanya bisa ngikut. Dan tidak takut waktu.Karena semuanya libuuuuur.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Kami berangkat menggunakan mobil andalan kami, meski butut. Civic Wonder 86. kalau aku sih nyaman nyaman aja dan sangat pede. lain halnya dengan istriku yang menyangsikan kehandalannya. Maklum, wanita kan tidak tahu banyak tentang mesin.

" Pa nanti kalau mobilnya mundur pas kita di tanjakan bagaimana?"

Menurutnya, mobil yang kuat di tanjakan  harus mobil yang bagus dan baru. Hehehe...belum tahu dia!

"Santai aja...kalau mobil ini tidak kuat, nanti kalian aku gendong sampai Kaliurang", cetusku.

Perlahan namun pasti meluncurlah Wonder kami di jalanan. Untuk menuju Kaliurang kebetulan kita ambil jalan alternatif, yang tidak banyak bangjonya. Rumah sakit Bhayangkara kalasan ambil kanan, lurus ke utara arah Cangkringan. Begitu sampai Puskesmas Ngemplak, ambil kiri ikuti jalanan menuju Kaliurang sesuai petunjuk papan nama.

Jalur ini relatif mulus, cuman banyak berpapasan dengn truk yang mengangkut pasir dari lereng Merapi. Banyak pepohonan tumbuh di kanan kiri jalan membuat perjalanan semakin nyaman dan jauh dari kata panas. Jalur ini ternyata juga banyak dijumpai kuliner yang siap memanjakan perut. Mulai dari es dawet , bakso, sampai pepes ikan gurameh.

Sampai jalan raya Kaliurang, suasana belum begitu terik. Kendaraan tidak terlalu menyemut. Tidak seberapa lama sampailah di gerbang wisata Kaliurang. Retribusi cuman Rp 8000,- mungkin karena kita berempat.

 Mobil melaju dengan tenang dan penuh tenaga, kami masih sering pakai gigi tiga. Dengan bangga aku tunjukkan sama istri.

"Nih....mobil memang handal dan kuat. Lihat kan", kataku sambil nyungir.

Sampai di tugu patung Udang ukuran cukup besar, jalanan terbagi menjadi 3 simpangan. Anda boleh ambil yang lurus atau yang kanan. Semuanya akan bermuara di Taman Kaliurang, tempat keluarga untuk bermain bersama anak anak. Untuk jalur yang paling kiri akan berujung di gardu pandang Merapi.





Kamis, 03 Oktober 2013

APA YANG ENGKAU PERSIAPKAN DI HARI RAYA INI?



Hmmmm....rasanya sudah ama sekali tidak menyambangi blogku ini. semoga kabar temen-temen baik semua. amin. sebentar lagi kan Idul Adha, bagai yang beragama Islam, sudah prepare untuk ibadah kurbannya belum? jangan sampai dech kita lebih mentingan dunia kita daripada akhirat.

Untuk beli HP yang hrganya 3 jutaan aja kita dengan senang hati mengambil merogoh kocek kita. dan untuk akhirat kita yang hanya 2 juta (karena seekor sapi biasanya digotong 7 orang, jadiya 14 juta) kadang kita terasa beraaaaat. untuk beli  motor yang haraganya puluhan juta dengan rela hati kita bahkan kredit. untuk akhirat mengapa kita enggan untuk mengkredit. hehehe..jangan-jangan entar pada bilang begini.

"Emang surga bisa dikredit?"

Ya emang bisa...tergantung kemauan dan iktikad kita aja. iya kan? tetu saja harus disesuaikan dengan budget anda masing-masing. jangan sampai besar pasak daripada tiang. Sehingga memberatkan kehidupan kita sendiri. naaah....yang seperti ini tentu saja dilarang dalam agama Islam.

Mari kita renungkan....bukankah harta yang kita miliki di dunia ini sebenarnya bukan harta kita? lihatlah kalau kita mati satu pun tidak ada yang kita bawa. kecuali fir'aun yang membawa emas intan permata hingga ke liang lahatnya. menurut keyakinannya harta benda itu kelak akan berguna di akhirat sana.

Tabungan, deposito kita yang bermilyar-milyar ketika mati menghampiri kita satupun tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dan semuanya kita tinggal untuk ahli waris. 
Dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad saw bersabda,

"Hartamu adalah apa yang engkau makan, pakaianmu adalah apa yang engkau pakai"

Seberapa kaya manusia ketika ia makan semuanya sepadan, satu piring. tidak pandang miskin atau kaya. ukuran sendok dan garpunya juga sama. apakah anda pernah menyaksikan perlatan makan orang kaya ukurannya melebihi yang lain? misal sendok, garpu dan entongnya lebih besar? tidak bukan..??

Pakaian, untuk apa  kita beli pakaian hingga menghabiska puluhan lemari kalau kita tiada pernah memakainya? hanya jadi hiasan dan aksesoris saja. seberapa kaya anda, dan seberap miskin anda ketika memakai pakaian juga sama satu lembar baju dan 1 potong celana. pernahkah anda menyaksikan ada orang kaya memakai pakaian 5 rangkap sekaligus? bukakah justru sangat absurd jika kita menyaksikannya??

So....raihlah akhiratmu, tapi jangan lupa duniamu.
bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau kan hidup selamanya.
beramalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok.


ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...