Jumat, 24 April 2015

Waras sampeyan !

Beberapa hari yang lalu saya ditanya oleh seseorang.
"Mas..jika si A mempromosikan si B untuk menduduki jabatan tertentu kemudian si B dengan inisiatifnya sendiri mendatangi atasan yag lebih tinggi dari si A dalam rangka memelusukan jabatan barunya itu. Di sana ia membawa bungkusan dan hadiah apakah itu dosa?"

maka saya menjawab, "mau jawaban jujur atau tidak jujur? kalau jawaban jujur, datangnya si B ke atasannya tidaklah mengapa, alias tidak dosa. karena itu termasuk dalam ketgori silaturahmi. yang berdosa adalah ketika dia memberikan 'sesuatu' itu".

"Jika pemberiannya wajar, dalam artian pemberian yang dibawa orang pada umumnya seperti saya datang ke panjenengan dengan membawa buah-buahan atau martabak maka tidaklah mengapa. jika pemberiannya di atas kewajaran kayak paket furnitre senilau puluhan juta, atau paket elektronik yang tidak kalah mahalnya maka pemberian semcam ini tergolong suap. Padahal suap dalam Islam jelas diharamkan.

Kalau jawaban tidak jujur, itu boleh. wong dalam rangka menggapai cita-cita,ya harus disertai dengan usaha. nah usaha ini tergolong salah satu ikhtiyar. itu kalau jawaban tidak jujur.

"Waras sampeyan !", kata orang yang bertanya tadi.

lha emang kebanyakan orang sekarang pada gak waras apa???

Selasa, 24 Maret 2015

Nenek Asyani...potret suram peradilan dan hukum negeri ini



Ketika kasus nenek Asyani mencuat ke permukaan. hampir setiap hari wajah yang sudah menua bahkan tertatih ketika berjalan menghiasi layar televisi. Ada perasaan sedih, dan kegalauan yang membuncah. Mengapa wanita setua itu harus menghabiskan umur di balik jeruji besi?? apakah ia benar-benar bersalah? atukah memang hukum kita hanya tajam ke bawah tumpul ke atas. hukum hanya dikenakan bagi mereka yang miskin dan tidak punya uang untuk membayar pengacara dan atau polisi yang korup? . Senaif itukah wajah peradilan dan hukum negeri ini? berikut beberapa nama ataupun peristiwa yang cukup membikin kita mengelus dada.

1. Nenek dan 3 Kakao
Masih ingat nenek Minah warga Banyumas, Jawa Tengah yang tinggal bersebelahan dengan Kebun Kakao (buah yang nantinya dijadikan cokelat) Ia di dakwa mencuri 3 buah kakao perkebunan milik perusahaan PT Rumpun Sari Antan pada 2009 lalu.

Padahal sang nenek mengambil buah yang sudah jatuh, tidak memetik dari pohon. PT Rumpun Sari Antan ini pun marah dan melaporkan nenek Minah ke polisi. Okelah, kalau niat dari PT tersebut memberika pelajaran kepada masyarakat sekitar tapi tidak dengan begitu kali. seorang nenek-nenek harus tertatih-tatih untuk sekedar menghadiri persidangan.

padahal proses untuk sampai menjadi BAP yang engkap, berapa kali nenek harus bolak-balik ke kantor polisi. kalau ia ditahan. tegakah anda memenjara nenek yang sudah udzur untuk tidur meringkuk di sel tahanan tanpa selimut. 

2. Nenek Artija
Kisah nenek Artija sungguh sangat mengharu biru. Bagaimana tidak, ia dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri karena dituduh mencuri 4 batang pohon yang ia ditanam di tanah miliknya sendiri.
benar-benar anak durhaka tuh! dia kagak ingat apa. Dia dapat warisan juga dari emaknya. eee...orang tua nebang pohonnya sendiri yang ia tanam dengan kedua tangannya di tanah miliknya sendiri malah dituduh mencuri. Memang sudah edan zaman sekarang. Anak pada gak ingat dan belas kasih kepada orang tua.

Dalam persidangan, nenek Artija yang sudah berusia 70 tahun ini terus-terusan menangis karena ketakutan. yang menjadikan aku geram adalah kok ya tega-teganya polisi yang memBAP, jaksa di pengadilan. beruntug, kasus ini akhirnya bisa diselesaikan antara kedua belah pihak. Itupun setelah mendapat perhatian khalayak seantero Indonesia.

3. Kakek dan Batang Bambu
Pasangan kakek Anjo Lasim (70) dan nenek Jamilu Nani (75), warga Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo juga harus berurusan dengan  hukum karena dituduh telah mencuri 6 batang bambu di lahan perkebunan bekas milik mereka.
Mereka tak menyangka jika penebangan bambu tersebut bisa berakhir ke meja hijau, padahal dalam kesepakatan jual beli tanah tersebut, bambu itu tidak ada sangkut pautnya. Kakek nenek itu pun dituntut 3 bulan penjara.

4. nenek Rasminah dan 6 buah piring
 Rasminah Binti Rawan (60), seorang pembantu panggilan yang telah mendekam selama tiga bulan di sel Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang gara-gara dituduh mencuri enam buah piring majikannya, Siti Aisyah Margarose Soekarno Putri.

Selai itu, ia juga dituduh mencuri satu mangkok sop buntut yang disimpan di dalam kulkas. Haaa...cuma hanya semangkok sup buntut ???  apa tuan rumah tida sanggup beli sup buntut lagi. sehingga harus memeperkarakn wanita tua yang selama ini sudah membantu pekerjaan rumahnya?

Siti Aisyah Margarose Soekarno Putri yang merupakan anak kandung dari Presiden pertama RI Soekarno keukeuh untuk memenjarakan pembantunya karena mencuri makanan kesukaannya yang disimpan di dalam kulkas” Kalau yang satu ini jelas ngisin-ngisini keturunan Soekarno yang dikenal sangat merakyat.

“Rasminah sudah mendekam dalam tahanan LP Wanita sejak dua bulan lalu. Sebelumnya, dia juga sempat ditahan di penjara Polsek Metro Ciputat selama dua bulan tiga hari. Rasminah masuk penjara sejak 5 Juni 2010, karena dituding mencuri piring oleh majikannya.

5. Kakek dan Pohon Mangrove
 Busrin divonis hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar lantaran menebang pohon mangrove. Keputusan tersebut dinilai jauh dari rasa keadilan karena sang suami hanya menebang 3 pohon mangrove.

Busrin menebang pohon mangrove di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo pada Juni lalu. Menurut seorang kerabatnya, saat itu ia butuh kayu untuk bahan bakar memasak di rumahnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli pasir ini tak sadar tindakannya menebang pohon mangrove itu merupakan perbuatan melanggar hukum. Saat sedang menebang pohon itulah datang Polisi Air Probolinggo yang kemudian menangkapnya.

22 Oktober lalu, PN Probolinggo menjatuhkan hukuman terhadap Busrin 2 tahun penjara serta denda Rp 2 miliar atau subsider 1 bulan kurungan.

Hanya gara-gara menebang pohon Mangrove, kakek ini harus dipenjara selama 2 tahun serta denda Rp 2 miliar atau subsider 1 bulan kurungan. wow ?? mangrove memang pohon yang ditanam untuk  kegunaan ekosistem laut dan tanah di sekitarnya. agar abrasi dan pengikisan lahan sekitar laut tidak semakin menjadi maka pohon ini menjadi penting. emang sih perbuata kakek itu salaaah...tapi lihat hukumannya bro....ngalahi para koruptor kelas atas !!!

6. Mbah Harso
 Kakek 67 tahun yang bernama Harso Taruno ini  juga dilaporkan ke polisi karena dituduh menebang pohon di kawasan Hutan Suaka Margasatwa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Paliyan, Gunungkidul, DIY.
Mbah Harso dituduh merusak hutan dan melawan hukum, sehingga ia dituntut 2 bulan penjara serta denda sebesar Rp 400 ribu subsider 1 bulan penjara.Nah, itulah dia keenam kakek nenek yang di hukum karena masalah yang sepele.

Senin, 16 Maret 2015

BULAN TERE LIYE




Ketika aku datang ke toko buku di kotaku  mataku terpaku pada rak-rak buku best seller. sebuah cara mudah untuk mendapatkan buku yang layak untuk dibaca. hehehe.

Tanpa sengaja pandanganku tertuju deretan buku karangan Tere liye. Siapa sih yang gak kenal nama kondang yang menghasilkan novel-novel best seller ini. gak taggung-tanggung, aku langsung beli 3 buah. untuk menuntaskan dahagaku setelah sekian lama tidak melahap novel.

Bulan adalah Novel kedua setelah Bumi sebagai novel pertama. Sepertinya ini akan menjadi kwartet, bukan trilogi seperti kebanyakan novel yang akhir-akhir ini booming.

Halaman pertama mulai aku buka. aku memang penasaran dengan sinopsis di bagian belakang buku tentang Sely, gadis remaja yang tangannya mampu mengeluarkan petir.

cerita dimulai dengan alur pemaparan belut listrik oleh pak  Gun. salah satu guru pengampu pelajaran fisika. mengapa belut bisa menghasilkan listrik dan berapa volt yang dihasilkan oleh seekor belut listrik. Fantastiknya seeekor belut listrik bisa  menghasilkan 600 volt. cukup untu menerangi isi rumah bahkan untuk menyalakan laptop atau komputer PC mu.

Novel  ini berkisah tentang persahabatan Raib, Sely dan Ali. tiga anak muda yang memiliki kelebihan menakjubkan. Kalau kamu kebetulan penggemar film Avatar, Ang, tentang invasi dari negara Api yang menyerang  negara Bumi,  air dan Udara maka Novel ini juga berlatar belakang tentang Klan Bumi, matahari, bulan dan bintang.

Baik kita kembali ke tokoh utama novel ini. Raib adalah gadis keturunan dari Klan Bulan yang memiliki pukulan salju dan kekuatan menghilang kayak Jessica Alba sebagai Sue Storm dalam Fantastic Four. Sely keturunan dari klan matahari yang dapat mengeluarkan petir dari kedua belah tangannya sementara Ali sendiri dari klan bumi yang bisa berubah menjadi Beruang besar jika sedang marah hebat kayak Jacob Black dalam film Twilight  keturunan Quileute dan juga merupakan shape-shifter--orang yang mampu mengubah diri menjadi Serigala. keren kan? bakalan gimana ceritanya novel ini.

Usai ulangan semester di SMU ketiga sahabat ini kemudian melakukan liburan ke Klan Matahari selama 2 minggu, di dampingi Miss Selena, angota klan Matahari yang menyamar menjadi guru matematika.

Perjalanan ditempuh dengan membuka pintu portal ke Klan Matahari. Pada dasarnya antar dunia terdapat pintu yang saling berhubungan (paralel). Hanya orang-orang khusus yang dapat membuka portal tersebut. Raib atau yang biasa dipanggil Ra memiliki kemampuan itu. Liburan kali ini mereka mendapatkan teman Ily, salah satu lulusan akademi di Klan Bulan serta Av, penjaga perpustakaan.

Mereka berlima mendarat di Klan Matahari tepat di tengah-tengah stadion di kota Ilios.  kebetulan sedang diselenggarakan perhelatan tahunan, festival bunga matahari. ada 9 kontingen yang ikut serta dalam perlombaan kali ini. dan sebagai kontingen kesepuluh adalah kontingen dari Raib, Sely, Ali dan Ily. itupun atas desakan dari ketua konsil Fala-tara-nata IV. Av sebagai orang tua yang memimpin rombongan sebenarnya keberatan. sebab hal itu tidak diberitahukan terlebih dahulu. Namun ketua Konsil mengatakan tidaklah mengapa, justru ini sebuah kehormatan sebagai tamu di Klan matahari sekaligus mengukkuhkan persaudaraan yang akan terajut seetelah sekian ribu tahun pintu portal Matahari ditutup untuk Klan Bulan. Av akhirnya menyerah, tak kuasa menolak permintaan itu.Av dan Miss Selena sebenarnya khawatir sebab kempat anak-anak itu masih terlalu muda untuk ikut kompetisi ini.

kisah petualangan mereka dalam rangka mencari bunga matahari yang mekar pertama kali di seantero negeri Matahari menjadi menarik untuk disimak. jika kamu pernah menyaksikan film The Hunger Games yang disutradarai Gary Ross maka kisahnya hampir mirip. untuk mendapatkan bunga matahari itu mereka harus membaca petunjuk alam dan melalui berbagai rintangan berat.

Empat sekawan ini menunggangi harimau putih salju. Petualangan dimulai dari padang perdu yang dihuni oleh seorang perempuan paruh baya, Hana tara-hata, dengan jutaan lebah piaraannya yang eksotis. Ra dkk banyak diberitahu oleh Hena kisah di balik Festival bunga matahari.
Rintangan kedua adalah ketika mereka melewati hutan yang dihuni banyak Gorila. di sini kemampuan mereka mulai diuji. Tangan petir sely, kelihaian olah tombak perak Ily, kemampuan menghilang Ra dan tentu saja si jenius Ali.

Kalau dalam kompetisi tahun-tahun sebelunya sesama peserta acapkali dijumpai saling menyerang dan membinasakan, maka peraturan tahun ini lebih ketat. Penyerangan kepada kontingen lain adalah larangan keras. namun demikian ternyata dala perjalanan mereka ada kontingen lain yang ingin nyawa mereka lenyap selama-lamanya.

Ada hal yang membuatku tertawa. bagaimana tidak. adegan ketika mereka sampai di sebuah danau untuk menemukan petunjuk kedua di mana mereka harus menyeberangi danau dengan menaiki perahu nelayan. syarat yag diajukan oleh nelayan itu adalah tebak-tebakan. kayak film Upin dan Ipin. ketika Upin dkk akan masuk ke gerbang harta karun yang ditunggui oleh raksasa batu. syarat yang diajukan adalah tebak-tebakan. hehehe mungkin Tere liye sempat lihat Upin Upin kali ye. sehingga terinspirasi dari situ. salah satu tebakannya seperti ini :

"Semakin banyak kamu mendapatkannya, justru semakin kamu tidak bisa melihatnya" (hal.204)


Apakah semua tebakan bisa dijawab oleh kontingen Ra? dan rintangan apa saja yang akan ditemui oleh Ra dkk? Temukan sendiri di novelnya.

Dalam novel ini Tere Liye ingin memberitahukan kepada kita bahwa jika manusia tidak punya ambisi keserakhan, berjiwa baik dan suka menolong Tuhan akan menganugerahi keberkahan dan kemudahan dari pintu yang tidak disangka-sangka.

Ini terlihat ketika kontingen Ra senantiasa mendapatkan pertolongan di tengah kesulitan mereka. dimulai dari Pemburu Timur yang menunggang macan tutul yang memandu perjalanan hingga memberikan obat penawar racun dari bisa yang paling mematikan.

Alur cerita memang susah ditebak, tapi ini justru yang menjadikan novel ini semakin menarik untuk diikuti. Ada rahasia yang ditutupi selama 400 tahun akhirnya terkuah justru di saat diketemukannya bunga matahari yang mekar di kali pertama. Sang maestro pembuat makar ini justru pemimpin konsil sendiri Fala-tara-nata IV. 

Festival ini diadakan tidak lebih dari memuaskan ambisi pribadinya akan kekuatan tiada tara yang akan dihasilkan dari bunga matahari. seperti dalam lakon Dragon Ball. ketika bola ketujuh ditemukan sang Naga akan memberikan permintaan apapun yang diinginkan. Di samping itu Fala-tara-nata IV juga mempunyai keinginan akan membangunkan makhluk menyeramkan yang terpenjara selama 400 tahun di bawah penjara bawah bayangan.


Novel ini berakhr happy ending namun menyisakan kepedihan karena sahabat mereka Ily harus meninggal sebab serangan mematikan dari Fala-tara-nata IV akibat petir biru dr kedua tangannya. 
Nove ini masih akan berlanjut pada serial berikutnya Matahari.  selamat berburu novelnya.




ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...