Selasa, 19 November 2013

Indenesia dan Israel sudah main mata semenjak Orba...

Top Secret Terkuak!
“Operasi Alpha” Saat Rezim Orde Baru

“Operasi Alpha” (Alpha Operation), TNI-AU Melakukan Pembelian 32 Pesawat A4 Skyhawk Secara Rahasia Dari Israel.
Alpha operation Indonesian Air forces A-4_TNI-AU header
“Mengecewakan! Rencana terbang yang susah payah sudah kususun rapi, langsung dibatalkan pagi-pagi. Aku mendapat perintah untuk menghadap komandan skadron. Yang terpikir, aku tidak lulus latihan terbang di Israel dan pulang ke Indonesia sebagai pilot pesakitan.
Semua bayangan buruk musnah sudah. Aku ternyata menerima perintah baru untuk terbang dalam format sama, tetapi berbeda rute. Sebuah peta disodorkan lengkap dengan titik-titik rute.
Ada sebuah garis merah yang wajib diterobos masuk dan dalam waktu dua belas menit harus kembali ke luar. Yang membuatku gugup, garis merah itu adalah garis perbatasan antara Israel dan Suriah”.
Cerita diatas adalah sepenggal kisah dari seorang pilot yang tergabung dalam Operasi Alpha (Operation Alpha), yaitu operasi clandestine (operasi gelap, diam-diam dan sangat rahasia) terbesar yang dilakukan oleh TNI AU, dimana TNI AU melatih pilot dan melakukan pembelian 32 pesawat A-4 Skyhawk dari Israel.
Berikut adalah kutipan tentang Operasi Alpha yang diambil dari buku otobiografi Djoko F Poerwoko “Menari di Angkasa”.
Operasi Alpha
Memasuki tahun 1979, isu tentang bakal dilakukannya pergantian kekuatan pesawat-pesawat tempur TNI AU sudah mulai bergulir. Hal ini sebenarnya wajar saja, mengingat kondisi pesawat tempur F-86 Sabre dan T-33 Thunderbird memang sudah tua.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8f/TNIAU_F86.png/800px-TNIAU_F86.png http://i186.photobucket.com/albums/x157/imbang76/langit/t-33-04.jpg
Keterangan gambar atas (klik untuk memperbesar): pesawat tempur milik TNI AU yang sudah tua, F-86 Sabre (kiri) dan T-33 Thunderbird (kanan).
Karena kedua jenis pesawat tersebut sudah tua, sehingga kemudian pemerintah harus mencari negara produsen yang bisa menjual pesawatnya dengan segera. Amerika Serikat ternyata bisa memberikan 16 pesawat F-5 E/F Tiger II. Tetapi ini masih belum cukup untuk mengisi kekosongan skadron-skadron tempur Indonesia.
Dari penggalian intelijen, Mabes ABRI ternyata kemudian mendapatkan berita bahwa Israel bermaksud akan melepaskan armada A-4 yang mereka miliki. Indonesia dan Israel memang tidak memiliki hubungan diplomatik.
Tetapi pada sisi lain, pembelian armada pesawat tersebut akhirnya terus diupayakan secara klandestin (rahasia), oleh karena pasti akan menjadi polemik dalam masyarakat apabila tersiar di media massa.
Menuju Arizona, Amerika Serikat
Usai tugas menerbangkan F-86 Sabre aku sempat terbang lagi dengan T-33. Namun pada kenyataannya, kondisi kedua pesawat tempur tersebut sudah sangat jauh menurun. Kami semua akhirnya bersyukur, setelah dibuka dua proyek besar untuk mendatangkan kekuatan baru melalui Operasi Komodo yakni pesawat Northrop F-5 E/F Tiger II, serta Operasi Alpha untuk menghadirkan pesawat A-4 Skyhawk.
pesawat A4 Skyhawk dan F5 Tiger
Kerahasiaan tingkat tinggi sudah terlihat dari tata cara pemberangkatan personel. Saat kami semua sudah siap untuk berangkat, tidak seorang pun tahu, kemana mereka harus pergi.
Operasi Alpha dimulai dengan memberangkatkan para teknisi Skadron Udara 11. Setelah tujuh gelombang teknisi, maka berangkatlah rombongan terakhir yang terdiri dari sepuluh penerbang untuk belajar mengoperasikan pesawat.
Sebagai tim terakhir, kami mendapat pembekalan secara langsung di Mabes TNI AU. Awalnya hanya mengetahui bahwa para penerbang akan berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar terbang disana sedangkan informasi lainnya masih sangat kabur.
Setelah mengurus segala macam surat-surat dan beragam kelengkapan berbau “Amerika”, akhirnya kami berangkat menuju Singapura, dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Halim Perdanakusuma.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7a/Ew8_Paya_Lebar.jpg/320px-Ew8_Paya_Lebar.jpg
Bandara Paya Lebar Singapura
Kami mendarat pada senja hari di Bandara Paya Lebar, Singapura, langsung diantar menuju hotel Shangrila.
Di hotel tersebut ternyata telah menunggu beberapa petugas intel dari Mabes ABRI, berikut sejumlah orang yang masih asing dan sama sekali tidak saling dikenalkan.
Kami akhirnya mulai menemukan jawaban bahwa arah sebenarnya tujuan kami bukanlah ke Amerika Serikat melainkan ke Israel. Sebuah negara yang belum terbayangkan keadaannya dan mungkin paling dibenci oleh masyarakat Indonesia.
Saat itu salah satu perwira BIA (Badan Intelijen ABRI, BAIS sekarang) yang telah menunggu, segera mengambil semua paspor yang kami miliki dan mereka ganti dengan Surat Perintah Laksana Paspor (SPLP). Keterkejutanku semakin bertambah dengan kehadiran Mayjen Benny Moerdani, waktu itu kepala BIA, mengajak rombongan kami makan malam.
Dalam kesempatan tersebut beliau dengan wajah dingin dan kalimat lugas, tanpa basa-basi langsung saja mengatakan:
”Misi ini adalah misi rahasia, maka yang merasa ragu-ragu, silahkan kembali sekarang juga. Kalau misi ini gagal, negara tidak akan pernah mengakui kewarganegaraan kalian. Namun, kami tetap akan mengusahakan kalian semua bisa kembali dengan jalan lain. Misi ini hanya akan dianggap berhasil, apabila ‘sang merpati ‘ (pesawat yang dibeli – pen.) telah hinggap…”
Mendengar ucapan beliau, perasaanku langsung bergetar! Wah, ini sudah menyangkut operasi rahasia beneran mirip James Bond, bahkan sekalanya lebih besar!
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9d/Leonardus_Benyamin_Moerdani.jpg
Leonardus Benyamin Moerdani (wikipedia)
Bagaimana mungkin membawa satu armada pesawat tempur masuk ke Indonesia tanpa diketahui orang?
Rasa terkejut semakin besar, oleh karena kami bersepuluh kemudian langsung berganti identitas yang mesti kuhapal diluar kepala saat itu juga.
Setelah acara makan malam di hotel, kami harus segera bergegas kembali menuju Bandara Paya Lebar Singapura dan terbang menuju Frankfurt dengan menggunakan Boeing 747 Lufthansa.
Mulai sekarang, kami tidak boleh bertegur sapa, duduk saling terpisah, namun masih dalam batas jarak pandang.
Begitu mendarat di Bandara Frankfurt, kami harus berganti pesawat lagi untuk menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel. Perjalanan semakin aneh, baru saja berdiri bengong karena masih jet lag, tiba-tiba seseorang langsung menyodorkan boarding pass untuk penerbangan berikutnya tersebut, yaitu ke Tel Aviv.
Sampai di Bandara Ben Gurion Tel Aviv sesudah terbang sekitar empat jam, aku pun turun bersama para penumpang lain dan teman-temanku. Saling pandang dan cuma melirik saja, harus kemana jalan, cuma mengikuti arus penumpang lain yang menuju pintu keluar.
Tetapi tanpa terduga, sebagai bagian dari operasi intelijen, kami malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Karena kami langsung ditangkap dan digiring petugas keamanan bandara Ben Gurion!
Hanya bisa pasrah, oleh karena memang tidak tahu skenario apalagi yang harus dijalankan, yang ada hanya manut saja dengan hati berdebar.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/89/David_Ben-Gurion_Airport.JPG/320px-David_Ben-Gurion_Airport.JPG
Bandara Ben Gurion Tel Aviv, Israel
Tamatlah riwayatku kini. Kubayangkan, betapa hebatnya agen rahasia Mossad yang dapat dengan cepat mengendus penumpang gelap tanpa paspor yang berusaha menyelundup masuk ke negaranya.
Meski dengan sopan si Mossad memperlakukan kita, namun tetap saja kami berpikiran buruk.
Kami semua akan langsung dideportasi atau dihukum mati minimal dipenjara seumur hidup. Sebab tidak ada bukti, siapa yang memberi perintah datang ke Israel.
Sampai diruang bawah tanah, perasaan kami tenang setelah melihat para perwira BIA yang dilibatkan dalam Operasi Alpha ada disana. Kemudian baru aku tahu, kami memang sengaja di-skenario-kan untuk ditangkap dan justru bisa lewat ‘jalur khusus’ guna menghindari public show apabila harus ke luar lewat jalur umum.
Kami langsung menerima brifing singkat mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan selama berada di Israel. Yang tidak enak adalah kegiatan sesudahnya yaitu sweeping segala macam barang bawaan yang berlabel made in Indonesia.
Kami juga diajarkan untuk menghapal sejumlah kalimat bahasa Ibrani, “Ani tayas mis Singapore” yang artinya aku penerbang dari Singapura. Ada sapaan “boken tof ” berarti selamat pagi dan shallom sebagai sapaan saat bertemu dengan kawan.
Eliat, Pangkalan Udara Rahasia
Semalam tidur di hotel, kami kemudian diangkut dalam satu mobil van menuju arah selatan menyusuri Laut Mati. Setelah dua hari perjalanan, kami sampai dikota Eliat.
eilat_israel map
Perjalanan dilanjutkan kembali ditengah padang pasir, setelah melewati beberapa pos jaga, akhirnya van masuk ke sebuah pangkalan tempur besar diwilayah barat kota Eliat.
Di Israel, pangkalan tidak pernah memiliki nama pasti. Nama pangkalan hanya berupa angka dan bisa berubah.
Bisa saja nama pangkalan itu adalah base number nine dihari tertentu, namun esoknya bisa diganti dengan angka lain. Sesuai kesepakatan bersama, kami menyebut tempat ini dengan ‘Arizona’ oleh karena dalam skenario awal kami memang disebutkan akan berlatih terbang di Amerika.
Total waktu rencana pelatihan selama empat bulan. Selama itu para penerbang melaksanan kegiatan pelatihan, dari ground school hingga bina terbang, agar mampu mengendalikan pesawat A-4 Skyhawk. Latihan terbang diawali dengan general flying sebanyak dua jam, ditemani instruktur Israel.
Setelah itu, kami semua sudah boleh terbang solo. Latihan kemudian dilanjutkan dengan pelajaran yang lebih tinggi tingkat kesulitannya. Kali ini kami harus mampu mengoperasikan pesawat A-4 sebagai alat perang.
Selama di Eliat, walau terjadi berbagai macam masalah, namun tidak sampai mengganggu kelancaran latihan. Masalah utama tentunya bahasa, sebab tidak semua penerbang Israeli Air Force (IAF) bisa berbahasa Inggris, sedangkan kami tidak diajari berbahasa Ibrani secara detail.
Masalah lain adalah telalu ketatnya pengawasan yang diberlakukan kepada para penerbang. Bahkan kami semua selalu dikawani satu flight pesawat tempur selama berlatih.
http://www.aereo.jor.br/wp-content/uploads//2012/11/AIR_A-4N_Skyhawks_Israeli_lg.jpg
A-4 Skyhawk, Israeli Air Force (IAF) sedang bermanufer (aereo.jor.br)
Pelajaran terbang yang efektif. Misalnya terbang formasi tidak perlu jam khusus tetapi digabung latihan lain seperti saat terbang navigasi atau air to air, sehingga dengan jam yang hanya diberikan sebanyak 20 jam/20 sorti, kami semua dapat mengoperasikan A-4 sebagai alutsista.
Dalam siklus ini pula, aku pernah menembus sistem radar Suriah dengan instruktur ku!
Latihan terbang kami berakhir tanggal 20 Mei 1980 dengan dihadiri oleh beberapa pejabat militer Indonesia yang semuanya hadir dengan berpakaian sipil. Kami mendapat brevet penerbang tempur A-4 Skyhawk dari IAF. Rasanya bangga, oleh karena kami dididik penerbang paling jago di dunia.
Namun kegembiraaan selesai pendidikan segera berubah sedih, oleh karena brevet dan ijazah langsung dibakar didepan mata kami oleh para perwira BIA yang bertindak sebagai perwira penghubung.
Kami dikumpulkan di depan mess dan barang-barang kami disita lalu segera dibakar. Termasuk brevet, peta navigasi, catatan pelajaran selama dipangkalan ini. Mereka hanya berpesan, tidak ada bekas atau bukti kalau kalian pernah kesini. Maka hapalkan saja dikepala semua pelajaran yang pernah diperoleh!
Wing Day di Amerika
Selesai pendidikan di Israel, kami tidak langsung pulang ke Indonesia, namun diterbangkan dulu ke New York. Semalam di New York, kemudian diajak ke Buffalo Hill di dekat air terjun Niagara.
http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/01/c8/f6/ca/1-block-to-the-falls.jpg
Air terjun Niagara Falls (tripadvisor.com)
Ternyata kami sengaja dikirim kesana untuk bisa melupakan kenangan tentang Israel. Kami diberi uang saku yang cukup banyak menurut hitungan seorang Letnan Satu.
Aku juga dibelikan kamera merek Olympus F-1 lengkap dengan filmnya dan diwajibkan mengambil foto-foto dan mengirim surat atau kartu pos ke Indonesia untuk menguatkan alibi, bahwa kami semua benar-benar menjalani pendidikan terbang di AS.
Akhirnya selama ada objek yang menunjukkan tanda medan atau bau AS, pasti langsung dipakai sebagai background foto. Tidak terkecuali pintu gerbang hotel, nama toko bahkan sampai tong sampah bila ada tulisan United State of America pasti dijadikan sasaran foto.
Aku dibawa lagi ke New York, para penerbang kemudian diberikan program tur keliling AS selama dua minggu, mencoba tidur di sepuluh hotel yang berbeda dan mencoba semua sarana transportasi dari pesawat terbang hingga kapal, wow!
http://www.airshowactionphotography.com/yuma06/yuma06_084.jpg
Yuma Air Station – Northrop F-5E ‘Tiger’ VMFT-401 USMC MCAS Yuma, Arizona USA (airshowactionphotography.com)
Di Yuma, Arizona, kami telah diskenariokan masuk latihan di pangkalan US Marine Corps (USMC), Yuma Air Station. Tiga hari dipangkalan tersebut, kami dibekali dengan pengetahuan penerbangan A-4 USMC, area latihan dan mengenal instrukturnya.
Kami juga wajib berfoto, seakan-akan baru diwisuda sebagai penerbang A-4, sekaligus menerima ijasah versi USMC. Ini sebagai penguat kamuflase intelijen, bahwa kami memang dididik di AS. Salah satu foto wajib adalah berfoto di depan pesawat-pesawat A-4 Skyhawk USMC!
Sebelum pulang ke tanah air, aku juga mendapat perintah untuk menghapalkan hasil-hasil pertandingan bulu tangkis All England. Tambahannya, aku juga diharapkan menghapal beberapa peristiwa penting yang terjadi di dunia, selama aku diisolasi di Israel. Pelajaran mengenai situasi dunia luar tersebut terus diberikan, meskipun kami sudah berada di perut pesawat Branif Airways dengan tujuan Singapura.
rute perjalanan operasi alpha
Sang Merpati Hinggap
Tanggal 4 Mei 1980, persis sehari sebelum pesawat C-5 Galaxy USAF mendarat di Lanud Iswahyudi Madiun yang mengangkut F-5 E/F Tiger II dan paket A-4 Skyhawk gelombang pertama, terdiri dua pesawat single seater dan dua double seater tiba di Tanjung Priok.
Pesawat-pesawat tersebut diangkut dengan kapal laut langsung dari Israel, dibalut memakai plastik pembungkus, cocoon berlabel F-5. Dengan demikian, seakan-akan menjadi satu paket proyek kiriman pesawat terbang, namun diangkut dengan media transportasi berbeda.
TNIAU_f5 Tiger 01
Nantinya ketika sudah kembali lagi di Madiun, kepada atasan pun kukatakan bahwa pelatihan A-4 adalah di Amerika. Sebagai bukti kuperlihatkan setumpuk fotoku selama berada di Amerika. Ingin melihat foto New York, aku punya. Mau melihat foto Akademe AU di Colorado, aku punya.
Karena percaya, atasanku di Wing-300 malah sempat berkata, “Saya kira tadinya kamu belajar A-4 di Israel, enggak tahunya malah di Amerika. Kalau begitu isu tersebut enggak benar ya?”
Last but not least, gelombang demi gelombang pesawat A-4 akhirnya datang ke Indonesia setiap lima minggu, lalu semuanya lengkap sekitar bulan September 1980.
TNIAU_A4 Skyhawk 01
Berprestasi Tapi Harus Menutup Diri
Saat F-5 datang ke Indonesia, ternyata masih belum dilengkapi dengan persenjataan. Sedangkan A-4 justru sudah dipersenjatai dan langsung bisa digunakan dalam tugas-tugas operasional. Sehingga apa saja kegiatan TNI AU baik operasi maupun latihan selalu identik dengan F-5, walau kadang-kadang yang melakukannya adalah pesawat A-4.
A-4 tetaplah A-4 dan samasekali bukan F-5. Kondisi serba rahasia bagi armada A-4 bertahan sampai perayaan HUT ABRI tanggal 5 Oktober 1980, dimana fly pass pesawat tempur ikut mewarnai acara tersebut.
Pesawat A-4 tampil bersama-sama F-5 dimana untuk pertama kalinya pesawat A-4 dipublikasikan dalam event besar. Setelah ini, sedikit demi demi sedikit mulailah keberadaan A-4 dibuka secara jelas. Tidak ada lagi tabir yang sengaja dipakai untuk menutupi keberadaan pesawat A-4 di mata rakyat Indonesia.
f-5 tiger tni au
Mencari detail tentang Operasi Alpha susahnya minta ampun, karena tidak ada penerbang yang berangkat ke Israel selain Djoko Poerwoko yang mau menceritakan pengalamannya. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk beliau yang mau menceritakan pengalamannya didalam 3 buku, walaupun mencari buku tersebut juga susahnya bukan main.
Buku “My Home My Base” hanya untuk kalangan internal TNI AU, Buku “Fit Via Vi” yang merupakan otobiografi dari beliau juga masih merupakan cetakan untuk kalangan terbatas.
Buku “Menari di Angkasa” adalah buku “Fit Via Vi” yang dicetak untuk umum, walaupun begitu tetep aja susah nyarinya (saya merasa beruntung memilikinya). Bahkan dibuku otobiografinya Benny Moerdani tidak dibahas sama sekali.
Terimakasih juga untuk Metro TV yang beberapa bulan lalu juga menayangkan tentang Operasi Alpha dalam acara Special Operation (di liputan tersebut ada wawancara dengan Djoko Poerwoko dan satu orang pilot lagi, tapi lupa namanya).
sky-hawk tni au
Kontroversi tentang pengungkapan pembelian A-4 dari Israel ke publik juga diungkap oleh beliau dibukunya, beliau menulis:
“Saat buku ‘My Home My Base’ diluncurkan, ada polemik yang menyisakan kenangan, yaitu cerita tentang keterlibatan ke Israel untuk mengambil A-4 Skyhawk. Banyak orang mempertanyakan, mengapa aku mengumbar rahasia negara. Dengan singkat hanya kujawab, “Siap, saya sudah minta ijin KASAU dan beliau mengijinkan, karena kita sebagai prajurit tidak boleh selamanya membohongi rakyat. Maka mereka yang bertanya pun tidak lagi berkomentar.
Memang, didalam buku “My Home My Base” kutulis sedikit tentang perjalanan ke Israel untuk berlatih terbang A-4. Bukan untuk mencari sensasi, aku sudah menimbangnya masak-masak untung dan ruginya.
pilotNamun sebelumnya, tentu saja aku minta ijin KASAU sebagai salah satu senior A-4 dan pemimpin tertinggi Angkatan Udara.
Beliau (pak Hanafie) ternyata mengizinkan, sehingga tulisan itu go ahead.”
Untuk generasi sekarang, mungkin banyak yang masih bingung, mengapa dan apa istimewanya operasi ini.
Mungkin mereka tak merasakan bahwa Indonesia tak ada hubungan bilateral dengan Israel sejak awal merdeka, apalagi hubungn diplomatik ataupun hubungan politik, tak pernah terjadi.
Sebagai informasi tambahan, hingga saat ini bahkan setelah A-4 di grounded pada tahun 2004, Mabes TNI AU tidak pernah mengakui operasi alpha pernah terjadi!
(Sumber : Poerwoko, Djoko F / Menari di Angkasa / Kata Hasta Pustaka / Jakarta. 2007)
TNIAU_Sabre
Pilot tempur AURI berpose bersama dengan latar belakang pesawat tempur F86 Sabre


sumber : http://indocropcircles.wordpress.com/2013/10/03/operasi-alpha-indonesia-orde-baru/

Jumat, 11 Oktober 2013

CARA PEDEKATE TUHAN

 

Ketika berbicara jauh dekat, maka asumsi kita mestilah merujuk kepada jarak dan tempat. Misal, kota semarang itu jauh dari Jogja, sementara Kalasan itu dekat dari kota Jogja. Ketika dekat dan jauh itu dilekatkan kepada Allah. pertanyaan selanjutnya adalah seberapa jauh atau seberapa dekat Allah itu dengan kita?


Kegalauan manusia terhadap kedudukan Tuhannya rupanya telah diketahui olehNya. lihat saja pada Q.S. Al Baqarah :186,


 "Dan Apabila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah sesungguhnya Aku dekat..."

Manusia, selaku manusia ambisius tidak kemudian berhenti pada jawaban tersebut. pertanyaan lanjutan pun dikemukakan, 

" Seberapa dekat Dia dengan kita?"


Allah pun kemudian menjawab dalam firmanNya :

"....dan Aku Allah lebih dekat kepadanya (manusa) daripada urat lehernya." (Q.S. Qaf : 16)


Lewat ayat di atas Allah dengan sangat lugas menegaskan diriNya bahwa Dia sangat dekat dengan manusia. masalahnya adalah, kadang manusia tidak pernah merasakan kedekatan ini.

Jangankan kepada Allah. antara sesama manusia yang duduk berdekatan, bahkan tidur satu ranjang,  makan minum semeja tidak jarang mereka merasa jauh dengan pasangannya. 


Demikian pula sebaliknya, ada sementara manusia yang terpisahkan oleh jarak dan ruang tetapi merasa dekat dan mesra. jika demikian, jauh dan dekat itu yang menentukan adalah hati.


Sholat dalam Islam adalah salah satu ibadah yang ditujukan untuk menjalin hubungan manusia dengan Sang Penciptanya. Ketika seorang muslim shalat dia sedang menempuh cara untuk mendekatkan kepadaNya. yakni dengan memperbanyak DZIKIR (ingat) kepadaNya. 


Masalahnya, dalam shalat itu sendiri lebih banyak manakah ingat kita kepada Allah dengan urusan dunia kita. Kalau ingat dunia lebih besar mendominasi pikiran dan hati kita,dijamin shalat kita tidak akan semakin mendekatkan diri kita kepadaNya. justeru semakin jauh. Shalat yang seperti ini adalah shalat yang belum bisa menghadirkan hati. Sehingga betatapapun Allah bersanding dekat kita kita tidak merasakan kedekatan itu.


Kalau dengan cara shalat kita belum bisa mendekat dengan Allah, Dia menyediakan jalur lain. Apakah itu? 


Peduli sesamamu = bertemu Allah


Allah berfirman, "Wahai bani Adam Aku sakit mengapa engkau tidak menjengukku?
"Wahai Tuhan, bagaimana kami menjengukMu sedangkan Engkau Tuhan sekalian alam?"


"Apakah engkau tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan sakit dan engkau tidak menjenguknya?. Tahukah Engkau jika saja engkau menjenguknya maka engkau akan mendapati Aku di situ"

"Wahai bani Adam Aku minta makan kepadamu mengapa engkau tdak memberiKu makan?"
"Wahai Tuhan, bagaimana kami memberiMu makan sedangkan Engkau Tuhan sekalian alam?"


"Apakah engkau tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan meminta makan kepadamu sementara kau tidak memberinya? Tahukah Engkau jika saja engkau memberinya makan maka engkau akan mendapati Aku di situ"

"Wahai bani Adam Aku minta minum kepadamu mengapa engkau tdak memberiKu minum?"
"Wahai Tuhan, bagaimana kami memberiMu minum sedangkan Engkau Tuhan sekalian alam?"


"Apakah engkau tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan meminta minum kepadamu sementara kau tidak memberinya?" Tahukah Engkau jika saja engkau memberinya minum maka engkau akan mendapati Aku di situ" (H.R. Muslim)

Bersambung.... 





 

Kamis, 10 Oktober 2013

SAAT UJIAN ANAKMU JEBLOK



Minggu ini adalah saat ulangan pra semester gasal. Eghar, anakku yang pertama, sekarang duduk di kelas 4. Dia tergolong anak yang cerdas dan juga tampan. Cuman satu kekurangannya, dalam menggarap soal agak kurang cermat, terutama matematika. 

Dari situ, nilai yang dihasilkan terkadang jauh dari harapan. Hanya karena kurang cermat dalam penghitungan angka. Sebagaimana kita tahu, matematika keliru satu angka saja sudah pasti salah. Karena ia masuk kategori ilmu eksak. Ilmu pasti. Lain halnya mata pelajaran ips, Pkn. 

Kalau sudah seperti ini, perilaku kebiasaannya kumat. Nilai ulangan yang kebetulan jelek tidak ditunjukkan kepada kami selaku orang tua. Dia selempitkan diantara tumpukan buku mata pelajarannya. 

Sebagai orang tua seringkali kami mengecek mata pelajaran, hasil belajar dan lainnya. Ketika aku bongkar satu persatu buku pejarannya, jatuhlah selembar kertas. Aku pungut dan kubaca. Ternyata nilai ulangan matematikanya mendapatkan nilai 5,5. 

Jujur, dalam hati aku menggerutu. Masya Allah.....eghar! Yang aku sesalkan bukan nilainya yang jelek, tetapi ketidak jujurannya untuk menunjukkan hasil ulangannya. Betapapun dan berapapun nilainya. 

Bagi kami, anak tidak harus juara. Asalkan bisa mengikuti mapel yang diajarkan. Itu sudah cukup. Jadi juara alhamdulillah, tidak jadi juara tidak mengapapa. 

Baris demi baris aku baca. Sebenarnya dia sudah mengerti arah soalnya. Cuman jawabannya selisih satu angka. Hehehe...tetap aja salahkan?  

Kalau sudah seperti ini, seperti biasa. Dalam peraturan kami, jika anak berprestasi kami beri reward. Dan jika jeblok kami beri punishment.

Hukuman yang kami berikan adalah, waktu main yang biasanya kami berikan sangat longgar sekarang kami cabut. Akan kami kembalikan jika dia bisa memperbaiki keteledorannya mengerjakan soal.

So...selamat menikmati 'hukuman' ini anakku. Kamu pasti bisa.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini Part II

.....Tiba di Taman wisata Kaliurang, kami singgah sebentar. Sebuah taman yang cukup luas, berukuran 1 ha kurang lebih. Untuk memasuki taman ini anda cuman dikenakan tiket @ Rp 5.000,- dan andapun bisa dengan leluasa menikmati berbagai macam mainan yang tersedia.

Ada bandulan, plorotan, tangga ketangkasan, komedi putar mini  dan tentu saja mobil mobilan untuk anak kecil. Khusus mobil mobilan ini biaya sewanya relatif murah, cuma 2.500,- anda bisa menyenangkan putra-putri anda selama kurang lebih setengah jam untuk berputar putar mengitari taman.



Bagi anda yang lupa tidak membawa bekal, jangan khawatir. Di dalam area taman ini banyak dijajakan makanan kecil dan aneka minuman. Bagi para penggemar bakso, mie ayam dan wedang ronde, jangan panik. Anda bisa dapatkan itu semua di sepanjang jalan di luar area Taman wisata ini. Tentu saja sambil menikmati pemandangan lereng Merapi dan menghirup udara yang segar. Wuussss....

Selepas bermain cukup puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Hutan wisata Kaliurang. Tempat di mana air terjun bakal anda jumpai. Dari Taman wisata ini dari sisi sebelah kanan anda bergerak maju kira kira 200m akan ada pohon beringin dengan dua cabang jalan. Anda cukup ambil yang kanan, berjarak kurang lebih 800m terminal Kaliurang dan Hutan wisata telah menanti anda.

Sesampainya di Terminal Kaliurang, seorang petugas melambaikan tangan dan menyodorkan tiket masuk sebesar Rp 4.000,- Alunan musik sepoi sepoi menyambut kedatangan kami. Seperti musik jathilan. Benar saja, ketika sampai di parkiran irama musik jathilan semakin menggema dengan keras. 

Sebenarnya, secara pribadi, saya kurang begitu sreg. Memang dengan diusungnya jathilan ke wilayah wisata semacam ini disamping akan menjadi magnet daya tarik para wisatawan tetapi juga memiliki dampak negatif. 

Para wisatawan, memilih tempat di Kaliurang atau tempat wisata lainnya misalkan, adalah dalam rangka ingin refreshing, mencari ketenangan, dan suasana asri yang jauh dari hiruk pikuk seperti halnya di tengah kota.

Pernah kami jumpai seorang pengunjung, di sebuah tempat wisata (tidak perlu kami sebutkan namanya) dengan sangat pede memanggul tape compo dengan speaker super woofer. Musik rancak pun diputar. Dengan topi terbalik dan kaca mata hitam, remaja itu pun berjoget. Haduuh malah ada hip hop di sini! Ampuuuun dah.

Ternyata, pemandangan semacam ini tidak hanya kita jumpai di Kaliurang, di beberapa tempat wisata seperti Tawangmangu, pantai Rongkop Gunung Kidul hiburan musik dangdut juga ada di sana. 

Musik yang terdengar hingar bingar ditambah dengan penyanyi yang sering mengenakan kostum  agak 'seronok' menambah semakin acakadul tempat wisata. Kita yang semula membayangkan suasana tenang, damai, sunyi, hanya desau angin lembut yang membelai wajah dan hidung kita, musnah sudah. malah kayak suasana di pasar.

Okelah...kita tinggalkan jathilan. Setelah memarkir kendaraan, kami segera menebar pandangan ke sikitar. Sejuah mata memandang terlihat kios kios makanan dan penjual pernak pernik serta cindera mata khas Kaliurang berderet rapi. 

Di sudut pojok barat ada sebuah kolam renang yang dulu bisa untuk mandi anak anak sekarang sudah rusak. Tidak berfungsi lagi. Pepohonan di sekitar Kaliurang  juga banyak yang meranggas. Ini diakibatkan oleh dampak erupsi Merapi 2010 yang lalu. Awan panas telah meluluh lantakkan nyaris semua pepohonan yang ada. Meski kini sudah nampak kehijauan.


Penasaran dengan air terjun yang dibilang istriku, kami pun segera memasuki kawasan hutan wisata Kaliurang. Di sini kembali anda akan dikenai biaya retribusi masuk sebesar Rp 2.000,-. Sangat murah. 

Beberapa ratus meter kami melanglah monyet -monyet kecil menyambut kedatangan kami. Ada puluhan  kera kecil yang bergelayutan di pepohonan dan bahkan di pinggir jalan. Sambil menunggu lemparan kacang garing atau pisang dari pengunjung.  


Hati-hati jika anda menenteng tas berisi makanan. Jangan sampai ketahuan mereka. Bisa-bisa liburan anda akan berubah menjadi horor...hehehe. iya. Sebab mereka akan merangsek isi tas anda dan mengeluarkan satu persatu.

Sepanjang jalur menuju lokasi air terjun ini, sisa sisa hantaman debu merapi  masih sangat kentara. Beberapa batang pohon yang  sudah lapuk dan terpotong potong masih teronggok di sana sini. Besar kemungkinan pohon pohon itu roboh akibat terjangan  awan panas (wedus gembel). Bahkan beberapa bangunan terlihat terkoyak dan rusak parah akibat tertindih pepohonan tersebut.

Dari jarak 30 m terlihatlah panorama bukit air terjun itu. Tapi sayang, sudah tidak mengucurkan air. Hanya tinggal bongkahan batu yang kering disapu debu. Huwwww.....kecewa deh kita. Untuk mengobati kekecewaan itu lalu kami pun mengabadikan moment moment nelangsa tersebut lewat bidikan kamera. Kecewa tapi tetap narsis!! 

Puas dengan jeprat-jepret kamera, kami pun meluncur turun. Ada sebuah bangunan yang mirip museum di sini ternyata. Anda bisa melihat photo photo saat erupsi Merapi 2010 dan kejadian kejadian di seputarnya. 

Bahkan di sini, anda bisa menyaksikan cuplikan saat saat letusan Merapi berlangsung. Luncuran awan panas yang menyeramkan tapi sekaligus indah.

Adzan Duhur berkumandang dari corong masjid. Memanggil orangbberiman untuk mengingat kebesaran ayat ayatNya. Ya robb...kami datang kepadaMu.

Senin, 07 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini



Hari minggu kemarin aku dan kelurga liburan. Jalan jalan di wilayah jogja. Diantara sekian pilihan yang ada maka jatuhlah pilihan Kaliurang. Pilihan ke kaliurang bukannya tanpa alasan.

Menurut istriku, dia udah kangen air terjunnya itu. Haaa...ada air terjun, batinku. Alasan kedua, makanan khasnya yang ngangeni, jadah ama tempe tahu bacem. Bila dua makanan ini dikunyah bersamaan ternyata menimbulkan sensasi yang luar biasa. Alasan ketiga, ini adalah hari pengalihan acara ulang tahun. 

Sebenarnya ulang tahun istriku jatuh 2 hari sebelumnya. Menurut rencana semuala mau dirayain malam hari. Tapi takut kalau Eghar dan Ardo, dua anak lelakiku, besok pagi kecapekan dan kesiangan bangunnya. Sementara mereka masih masuk sekolah. Maka dipilihlah hari Ahad. Biar semuanya bisa ngikut. Dan tidak takut waktu.Karena semuanya libuuuuur.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Kami berangkat menggunakan mobil andalan kami, meski butut. Civic Wonder 86. kalau aku sih nyaman nyaman aja dan sangat pede. lain halnya dengan istriku yang menyangsikan kehandalannya. Maklum, wanita kan tidak tahu banyak tentang mesin.

" Pa nanti kalau mobilnya mundur pas kita di tanjakan bagaimana?"

Menurutnya, mobil yang kuat di tanjakan  harus mobil yang bagus dan baru. Hehehe...belum tahu dia!

"Santai aja...kalau mobil ini tidak kuat, nanti kalian aku gendong sampai Kaliurang", cetusku.

Perlahan namun pasti meluncurlah Wonder kami di jalanan. Untuk menuju Kaliurang kebetulan kita ambil jalan alternatif, yang tidak banyak bangjonya. Rumah sakit Bhayangkara kalasan ambil kanan, lurus ke utara arah Cangkringan. Begitu sampai Puskesmas Ngemplak, ambil kiri ikuti jalanan menuju Kaliurang sesuai petunjuk papan nama.

Jalur ini relatif mulus, cuman banyak berpapasan dengn truk yang mengangkut pasir dari lereng Merapi. Banyak pepohonan tumbuh di kanan kiri jalan membuat perjalanan semakin nyaman dan jauh dari kata panas. Jalur ini ternyata juga banyak dijumpai kuliner yang siap memanjakan perut. Mulai dari es dawet , bakso, sampai pepes ikan gurameh.

Sampai jalan raya Kaliurang, suasana belum begitu terik. Kendaraan tidak terlalu menyemut. Tidak seberapa lama sampailah di gerbang wisata Kaliurang. Retribusi cuman Rp 8000,- mungkin karena kita berempat.

 Mobil melaju dengan tenang dan penuh tenaga, kami masih sering pakai gigi tiga. Dengan bangga aku tunjukkan sama istri.

"Nih....mobil memang handal dan kuat. Lihat kan", kataku sambil nyungir.

Sampai di tugu patung Udang ukuran cukup besar, jalanan terbagi menjadi 3 simpangan. Anda boleh ambil yang lurus atau yang kanan. Semuanya akan bermuara di Taman Kaliurang, tempat keluarga untuk bermain bersama anak anak. Untuk jalur yang paling kiri akan berujung di gardu pandang Merapi.





Kamis, 03 Oktober 2013

APA YANG ENGKAU PERSIAPKAN DI HARI RAYA INI?



Hmmmm....rasanya sudah ama sekali tidak menyambangi blogku ini. semoga kabar temen-temen baik semua. amin. sebentar lagi kan Idul Adha, bagai yang beragama Islam, sudah prepare untuk ibadah kurbannya belum? jangan sampai dech kita lebih mentingan dunia kita daripada akhirat.

Untuk beli HP yang hrganya 3 jutaan aja kita dengan senang hati mengambil merogoh kocek kita. dan untuk akhirat kita yang hanya 2 juta (karena seekor sapi biasanya digotong 7 orang, jadiya 14 juta) kadang kita terasa beraaaaat. untuk beli  motor yang haraganya puluhan juta dengan rela hati kita bahkan kredit. untuk akhirat mengapa kita enggan untuk mengkredit. hehehe..jangan-jangan entar pada bilang begini.

"Emang surga bisa dikredit?"

Ya emang bisa...tergantung kemauan dan iktikad kita aja. iya kan? tetu saja harus disesuaikan dengan budget anda masing-masing. jangan sampai besar pasak daripada tiang. Sehingga memberatkan kehidupan kita sendiri. naaah....yang seperti ini tentu saja dilarang dalam agama Islam.

Mari kita renungkan....bukankah harta yang kita miliki di dunia ini sebenarnya bukan harta kita? lihatlah kalau kita mati satu pun tidak ada yang kita bawa. kecuali fir'aun yang membawa emas intan permata hingga ke liang lahatnya. menurut keyakinannya harta benda itu kelak akan berguna di akhirat sana.

Tabungan, deposito kita yang bermilyar-milyar ketika mati menghampiri kita satupun tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dan semuanya kita tinggal untuk ahli waris. 
Dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad saw bersabda,

"Hartamu adalah apa yang engkau makan, pakaianmu adalah apa yang engkau pakai"

Seberapa kaya manusia ketika ia makan semuanya sepadan, satu piring. tidak pandang miskin atau kaya. ukuran sendok dan garpunya juga sama. apakah anda pernah menyaksikan perlatan makan orang kaya ukurannya melebihi yang lain? misal sendok, garpu dan entongnya lebih besar? tidak bukan..??

Pakaian, untuk apa  kita beli pakaian hingga menghabiska puluhan lemari kalau kita tiada pernah memakainya? hanya jadi hiasan dan aksesoris saja. seberapa kaya anda, dan seberap miskin anda ketika memakai pakaian juga sama satu lembar baju dan 1 potong celana. pernahkah anda menyaksikan ada orang kaya memakai pakaian 5 rangkap sekaligus? bukakah justru sangat absurd jika kita menyaksikannya??

So....raihlah akhiratmu, tapi jangan lupa duniamu.
bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau kan hidup selamanya.
beramalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok.


Kamis, 04 Juli 2013

2 jasad sahabat nabi saw masih utuh setelah 1300 dikubur !

Sudah menjadi hukum alam bahwa bila mayat sudah dikubur pasti akan segera mengalami proses pembusukan dan penguraian apalagi mayat yang sudah dikubur dalam waktu yang sangat lama. Namun, dengan Kuasa Allah, kita bisa temui banyak fakta dan bukti yang sangat kuat bahwa mayat atau jenazah para Syuhada (Orang Yang Mati Syahid /Martir), para Nabi, dan orang-orang suci (Waliyullah) itu tetap segar bugar dan tidak mengalami proses pembusukan ketika kuburan mereka itu digali kembali. Salah satunya adalah peristiwa yang sangat luar biasa ini, yang sempat menghentak publik dunia terutama penduduk di kawasan Timur Tengah.

Pada tahun 1932 (bertepatan dengan tahun 1351 H), Raja Iraq yang bernama Shah Faisal I bermimpi dimana dalam mimpinya ia ditegur oleh Huzaifah Al-Yamani (salah seorang sahabat Nabi saww) yang berkata:

“ Wahai Raja ! Ambillah jenazahku dan jenazah Jabir Al-Ansari (juga salah seorang sahabat Nabi saww) dari tepian sungai Tigris dan kemudian kuburkan kembali di tempat yang aman karena kuburanku sekarang dipenuhi oleh air; kuburan Jabir juga sedang dipenuhi oleh air.”

Selasa, 07 Mei 2013

First Kiss...sebuah resensi atas Thailand movie



Kesan pertama kali aku nonton film ini ama istri adalah wow !! Thailand bisa bikin film kayak gini, pikirku. Apalagi ketika melihat adegan pertama kali saat bintang utama Sa (Kaneungnich Jaksamithanon) muncul dengan wajahnya yang menawan, tapi kelihatan natural banget...swear! andapun saya kira akan sepakat dengan saya. Wah..kayaknya bakalan seru nih ini film.

Drama percintaan beda usia rupanya tengah menjadi tren dalam perfilman Thailand. Setelah '30 and Fabulous', kali ini hadir 'First Kiss'. Masih dengan mood yang sama seperti film-film komedi romantis Thailand umumnya yang 'lugu' dan menyenangkan, film ini menawarkan keharuan yang maksimal dan meninggalkan kesan yang cukup mendalam. Istri saya aja sampai berlinang air mata. Oh..so sweet !!

Senin, 29 April 2013

KEMATIAN USTADZ UJE TIDAK BAIK?



 



Kematian ust. Uje masih menyisakan duka yang mendalam bagi segenap lapisan masyarakat. Ustadz gaul ini memang banyak memiliki penggemar dari mulai anak muda hingga orang tua. Maka menjadi wajar bila semua orang merasa kehilangan da’i muda yang energik ini. Seperti diberitakan oleh berbagai media massa, Ust. Uje meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal saat mengendarai motor Kawasaki ER-6n. motor miliknya hancur lebur di kawasan Pondok Indah. Bahkan beliau terpental sejauh 4 meter hingga menjadikannya tiada.
 
Menyoal kematian ust. Uje ini ada beberapa suara di tengah masyarakat bahwa mati dalam kecelakaan adalah tanda tidak baik. Mendengar hal yang demikian, saya pun lalu mencoba mengomentari bahwa maut itu haq dan pasti akan datang menghampiri kita. Mati itu satu cuma sebabnya yang membedakan, seperti pepatah Arab :

Kamis, 25 April 2013

WOW....KH ANWAR ZAHID AKHIRNYA DI JOGJAKARTA



Malam tadi adalah kebahagian yang luar biasa. Bagaimana tidak, setelah sekian lama menyaksikan dan mendengarkan KH Anwar Zahid lewat Youtube akhirnya beliau datang juga ke Yogyakarta.
Bertempat di ds. Gatak Selomartani Kalasan Sleman dengan pengunjung sekitar 10 ribuan. Subhanallah !

Para pecinta Kyai nyentrik ini agaknya sudah tidak menghiraukan lagi di mana mereka duduk. Sebagian bahkan ada yang duduk di tegalan sawah, dekat kolam-kolam ikan. Desa Gatak memang terkenal budi daya ikannya baik itu nila atau gurameh. Parkir sepeda motor benar-benar penuh sesak ditambah deretan panjang mobil pribadi, bus, truk, colt terbuka (colt tepak meminjam istilah KH Anwar Zahid). Tidak ketinggalan pula beraneka ragam penjaja makanan mulai siomay, bakso, mie ayam, sate, naget dan pasar tiban.  Ini adalah berkah tersendiri bagi para penduduk sekitar.
Tampak hadir di deretan kursi VIP Kapolda DIY, yang diwakili Wakapolda, Bupati Sleman, Pejabat Korem, Kemenag DIY dan para unsur Muspida kecamatan Kalasan.

Pengajian didahului dengan mujahadah dan dzikir bersama hingga jam 10 malam. Diteruskan dengan beberapa sambutan. Tampil sebagai penceramah I adalah Gus Miftah. Salah satu Kyai Muda dengan ciri khas yang tidak pernah lekang. rambut panjang sebahu dan blangkon. kurang lebih selama 45 menit Kyai muda ini mengaduk-aduk emosi pengunjung pangajian dengan suaranya yang lantang dan kocak. 

Sekira pukul 11.15 WIB KH Anwar Zahid datang. setelah istirahat beberapa saat maka tibalah saatnya Kyai kondang ini menyampaikan ceramahnya. 

Hmmmm...ketika melihat perawakannya yang kurus dan kumis tipisnya yang bertengger di atas bibirnya, kopyah putih dan sorban corak hitam putih yang di lilitkan di lehernya, aku tersenyum bangga. bersiap menyerap ilmu dan joke-jokenya yang koplak habis.

Bersambung.....


Selasa, 19 Februari 2013

Fakta Ilmiah, cara penyembelihan barat dengan cara Islam







Sampai saat ini, umat Islam banyak dihadapkan pada tudingan-tudingan
orang Barat, bahwa orang Islam adalah teroris, pengacau, anti
ketenteraman, dll. Lihat saja, dimana-mana bom meledak!? Pelakunya
(setidaknya, begitu yang ditudingkan) adalah orang Islam? Setiap pelaku
yang tertangkap, selalu menggunakan identitas ‘ala’ orang Islam, seperti
berjenggot, berkopiah, berbaju taqwa, atau dengan nama pelaku yang
terkesan Islami (misal : Ali Imron, Imam Samudera, Nurdin M. Top, Dr.
Azahari, dll.), atau orang yang berasal dari jazirah Arab (seperti : Abu
Nidal, Usamah bin Laden, dll.). Hal tersebut seakan menguatkan
justifikasi (tuduhan) mereka, bahwa Syari’at Islam memang tidak
manusiawi!

Begitulah tuduhan yang selalu dilontarkan oleh orang-orang Barat,
Yahudi, dan Nashrani terhadap (penerapan) Syari’at Islam. Hujatan mereka
‘nampaknya’ seakan bukanlah omong kosong belaka. Akan tetapi, tuduhan
tersebut sering disertai contoh-contoh riil yang membuat sebagian besar
umat Islam kikuk dalam menjawabnya.

Sebagai contoh, kita semua tahu bahwa setiap tahun masyarakat Islam
merayakan ibadah Qurban. Ibadah tersebut merupakan perwujudan
persembahan terbaik kita kepada Allah Swt. Ibadah Qurban dilaksanakan
melalui prosesi penyembelihan hewan qurban (sapi, kambing, domba, unta,
dll.) dengan cara tertentu. Daging-daging binatang qurban tersebut
dibagi-bagikan kepada fakir miskin, masyarakat, dan sanak kerabat.
Akan tetapi, kelebihan ini sering dikaitkan dengan suatu hadits ‘unik’
yang sering ‘diartikan lain’ oleh kaum misionaris. 

Hadist tersebut  berbunyi: Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah menetapkan
kebaikan (ihsan) pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh
hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian
menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih, (yaitu)
hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan
binatang yang disembelihnya” (HR. Muslim).

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...