Minggu, 01 Mei 2011

Holocaust : Misteri Yahudi Yang Penuh Kebohongan (2)

 Orang-orang Yahudi di sekeliling Hitler

 
 
Kecurigaan seputar Holocaust akan semakin tampak kentara kalau diamati dengan seksama siapakah orang-orang dekat Hitler pada waktu dia memimpin Jerman dengan Nazi-nya. yach,..sebuah keniscayaan jika orang Yahudi akan membunuh saudaranya sendiri, sesama Yahudi, apalagi dalam jumlah sebesar itu ??  setidaknya Hitler menurut analisaku adalah 'korban' dari rencana besar yang telah mereka susun jauh sebelumnya. Guna mendapatkan impian lama mereka tentang 'promise land' maka skenario itu harus ada yang menjalankan, seperti halnya Libya sekarang, harus ada aktor yang menjadi Martil penghajar negara kaya minyak itu, sementara mereka berpesta pora memanggil sejumlah kalangan artis TOP Barat untuk berdendang dan menari di negara Zionis mereka. Rencana berikutnya adalah, harus ada yang dijadikan korban. HITLER! hingga kini seolah-olah adalah momok bagi mereka, padahal sesungguhnya mereka harus berterima kasih yang tiada terkira kepadanya. Oleh karenanya Hitler akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara bunuh diri di depan teman wanitanya, EVA. uugghh...menyedihkan dan tragis ..kau Hitler??
 
Makar Zionis tidak sia-sia , pasca Holocaust   mereka lalu berhasil memaksa Barat, dalam hal ini Jerman dan Inggris  untuk  memberikan kompensasi ganti rugi atas terbunuhnya sekian banyak Yahudi. Maka di tahun 1946 Resmi sudah mereka mendapatkan negara (promise land) yang mereka sebut ISRAEL, sebagai hadiah dari pihak Barat atas rasa 'bersalah' mereka yang telah memeperlakukan Yahudi demikian buruk. Berikut data orang-orang Yahudi di sekeliling Hitler...cekidot.


Sejarah resmi Perang Dunia II menyebutkan jika Adolf Hitler dengan Nazi-nya merupakan musuh nomor wahid kaum Yahudi Eropa. Versi ini sampai sekarang masih saja diyakini banyak kalangan. Padahal, fakta yang sesungguhnya menyatakan jika Adolf Hitler sendiri dan banyak elit Nazi dan juga pasukan komando Nazi, Waffen-SS, ternyata juga berdarah Yahudi. Siapa saja mereka? Inilah sedikit di antaranya:





Heinrich Himmler
Jenderal utama pemimpin pasukan elit Waffen-SS ini memiliki seorang nenek Yahudi yang bekerja sebagai pedagang buah di Italia. Atas dukungan Hitler, Himmler menugaskan Heydrich untuk mengganti identitas keyahudian neneknya ini. Himmler juga diketahui membentuk satuan-satuan Waffen-SS yang terdiri dari tentara-tentara Nazi berdarah Yahudi yang lebih kejam di dalam peperangan.
Joseph Göbbels
Orator ulung dan Menteri Propaganda Nazi yang terkenal dengan konsep perang urat syaraf dalam Perang Dunia II ini terlahir dari keluarga Yahudi Spanyol. Selama bersekolah, Joseph dijuluki ‘Rabi”. Di dalam karya-karyanya, Gobbels dengan terus terang menyatakan hanya menghormati pendapat-pendapat para profesor Yahudi. Hingga perang berakhir, Gobbels tinggal di rumah ibu mertuanya, Friedlander, yang berdarah Yahudi. Sejarawan David Irving memiliki silsilah keyahudian Gobbels.
Hermann Göring
Jika Himmler komandan pasukan elit Waffen-SS, maka Goring adalah komandan Lutwaffe, angkatan udara Nazi. Ibu kandung dan isteri Goring sepenuhnya berdarah Yahudi.
Adolf Eichmann
Lahir di Haifa, Palestina, dari kedua orangtua yang sepenuhnya Yahudi. Oleh orangtuanya, Eichmann melakukan imigrasi ke Austria dan tinggal di Linz. Eichmann bisa berbahasa Ibrani, Jerman, dan Yiddish (campuran Ibrani-Jerman). Atas upaya Heydrich, dibuat surat sertifikat kelahiran palsu atas nama Adolf Eichmann dengan kota kelahiran di Solingen. Adolf Eichmann ini ditugasi Hitler untuk mengorganisir pemindahan orang-orang Yahudi dari Jerman dan Eropa ke Tanah Palestina.
Alfred Rosenberg
Rosenberg berdarah Yahudi Swedia. Orang ini merupakan ideolog dan tokoh filsafat Partai Nazi. Rosenberg diketahui mengembangkan ideolog dan filosofi Partai Nazi berdasarkan Talmud dan ajaran paganisme Nordik.
Joachim Von Ribbentrop
Tokoh Nazi yang dipercaya Hitler menjabat Menteri Luar Negeri Nazi ini juga berdarah Yahudi. Bahkan Von Ribbentrop ini merupakan sahabat karib dari Chaim Weizmann, Presiden Zionis Israel pertama.
Hans Frank
Ayah dari Hans Frank adalah pengacara berdarah Yahudi di Galicia, Polandia, yang secara resmi mengaku memeluk agama Katholik. Hans Frank yang merupakan pengacara pribadi Hitler, diangkat menjadi Menteri Kehakiman Nazi di Bavaria. Setelah Polandia diduduki Jerman, Hans Frank diangkat menjadi Gubernur Jenderal.
Robert Ley
Menurut penelusuran intensif dari Gerald Kessler[1], nenek moyang dari pimpinan Deutsche Arbeiter Front (Front Pekerja Jerman, semacam serikat buruh) ini semula bernama “Levi”. Ini merupakan nama salah satu suku Israel.
Reinhard Heydrich
Kedua orangtua Heydrich adalah Yahudi. Ayahnya, Heydrich Bruno, adalah seorang pemusik. Atas perintah Hitler, Heydrich banyak membantu memalsukan sertifikat-sertifikat kelahiran sejumlah elit Nazi yang berdarah Yahudi, agar keyahudian mereka bisa ditutupi.
Rudolf Hess
Dilahirkan dari seorang ibu berdarah Yahudi Inggris, Hess ditunjuk sebagai Deputi Kanselir Hitler. Hess yang dikalangan Homoseksual Munich dikenal dengan sebutan ‘Fraulein Anna’ (Nona Anna) ini juga pernah bertugas sebagai asisten Profesor Karl Ernst Haushofer, guru geopolitik Hitler yang juga Yahudi tulen.
Wilhelm Canaris
Laksamana Canaris dipercaya Hitler memegang jabatan strategis sebagai Kepala Intelijen Abwehr. Keturunan Yahudi Yunani inilah yang mengusulkan agar orang-orang Yahudi Jerman diberi identitas bintang david kuning di pakaiannya.
Selain nama-nama di atas, masih banyak elit Nazi yang berdarah Yahudi. Di antaranya adalah: pakar fisika Philip von Lenard, Theodor Lewald (mantan Sekretaris Negara Nazi), Erhard Milch (Direktur Lufthansa dan kepercayaan Hermann Goring), Ernst Heinrich Henkel (pemilik pabrik pesawat terbang Henkel), Eva Braun (isteri Hitler), Heinrich Hoffman (Fotografer pribadi Hitler), Theodor Morrel (dokter pribadi Hitler), dan lain-lain. Ini adalah sebagian kecil dari elit Nazi yang berdarah Yahudi. [rizki]
Sumber:
  1. Konrad Heiden: Adolf Hitler: 1936.
  2. Nikolai Otrovsky: The Temple of the Beast: 2001.
  3. Wili Frischauer: Himmler, Evil Genius of the Third Reich: 1953.
  4. Servando Gonzales:The Swastika and The Nazis: 1997.
  5. Hennecke Kardel: Hitler, Begrunder Israel: 1974.
  6. Charles Wrighton: The Story of Reinhard Heydrich: 1961.
  7. Dietrich Bronder: Bevor Hitler Kam: 1964.
  8. David Korn: Wer ist wer Judentum: 1999.
[1] Gerald Kessler: Die Familiennamen der Juden in Deutschland: Leipzig, 1935.
sumber : http://www.eramuslim.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...