Sabtu, 04 Februari 2012

Boleh jadi kamu membenci sesuatu

 
...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 
 
Setiap manusia pasti menginginkan keadaan yang baik, lancar dan menyenangkan. Namun hidup tak selamanya seperti itu. Hidup adalah laksana perputaran siang dan malam. Ada kalanya kita bahagia, tertawa.  adakalanya pula kita bersedih dan menangis. hidup tak selamanya indah, jalan tak selamanya lurus, namun kadang penuh dengan kelokan dan tanjakan. Kalau kita mengerti di situlah justru indahnya  hidup. 
 
Sakit adalah kondisi yang nyaris dialami setiap manmusia, kecuali Fir'aun. Konon ia tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. Beberapa hari yang lalu istriku sakit. yach sakit yang cukup kronis sehingga harus memerlukan opname di Rumah sakit. Namun di situlah rasa syukur kepadaNya semakin membuncah. bagaimana tidak. ternyata lewat sakit ini Allah begitu sayang kepada hambaNya. Ia ingin menyapa agar manusia memperhatikan dirinya, makanan minuman yang ia konsumsi dan yang lebih penting dari itu semua adalah kembali kepada pola hidup sehat. 
 
Hidup di zaman yang serba instans, kadang, menjadikan kita juga berlaku instan dalam segala hal termasuk makan dan minum yang cepat saji. Dalam jangka pendek hal ini memang memberikan  kemudahan dan kenyamanan. Efek yang ditimbulkan baru akan terasa setelah beberapa tahun kemudian. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi zaman ibu bapak kita dahulu. Bila ingin menanak nasi mereka harus menghidupkan dapur dahulu dengan kayu-kayu kering. Tidak seperti sekarang tinggal "klik" kompor sudah menyala. Bila ingin makan dengan sayur yang  bersantan maka harus memetik kelapa, mengupasnya dan kemudian memarutnya. Sekarang tinggal ambil di dalam almari santan dalam kemasan seperti 'kara". Bila ingin minum kopi harus menggoreng biji kopi terlebih dahulu, kemudian menumbuknya hingga halus. Sekarang tinggal sobek dan tuang ke dalam gelas maka secangkir kopi telah siap diminum.
 
Kita memang tidak bisa menolak kemajuan zaman, dengan beberbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan hendaknya kita selalu kritis untuk tetap mengontrol pola makan dan minum kita.  Pilihan ada di tangan kita. it's in your hand. Thanks ya Robb atas kasih sayangMu yang tiada pernah luntur meski sekejab kepada hambaMu ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...