Selasa, 22 Maret 2011

Love is Like Waiting For a Bus

 

   
Pernah jatuh cinta? jawabannya mesti iyaaa..... dong! pernah punya adik yang jatuh cinta? jawabannya bisa iya bisa enggak. Taruhlah kamu mempunyai seorang adik perempuan yang lagi jatuh cinta, cinta pertama lagi.  Lalu kamu memberi saran, tetap saja tidak mempan, kamu beri nasehat malah dianggap sok tahu. kamu ajak sharing malah dibilang "mind your bisnis!" lha ya iya...orang lagi jatuh cinta itu segalanya tampak indah. semua omongan tidak akan pernah didengar kecuali dari orang yang sedang ia sayangi. tapi jangan putus asa, ada baiknya kamu ceritakan kepadanya tentang ibarat cinta. cinta itu laksana menunggu bus.



Sometimes love is like this : Sebuah bis datang, dan kau bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja. 

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. 
Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. 
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. 
Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju! 

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' 
untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% 
memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% 
sesuai keinginan dia. 

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga
memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi
kau masih bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, 
kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat 
berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

 Bis seperti apa yang kau tunggu?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...