Sabtu, 05 Maret 2011

Mengukur kecintaan kita terhadap anak dan harta benda



Memasukkan mobil ke dalam garasi adalah hal biasa yang kita lakukan. artinya banyak kebiasaan-kebiasaan serupa yang saban hari kita lakukan.  Tetapi ketika kita dapati ada lecet sedikit di bagian bamper depan atau body samping mobil apa yang lalu terjadi pada diri kita? waaah...mobilku lecet! mobilku tergores! celakaa...! seolah sesuatu luar biasa telah menimpa mobil kita.  


"Sudahlah Pa...mobil tergores, peyok itu kan biasa. mengapa harus disikapi dengan   luar biasa. kan bisa diperbaiki. tidak baik marah-marah karena itu tidak akan mengembalikan kondisi mobil."
"Lebih sayang mana mobil atau buah hati kita?"

Masih ingat dalam ingatan, peristiwa serupa terjadi di Amrik, USA.
syahdan, terdapatlah sebuah keluarga habis membeli sebuah mobil pick up baru. dengan bangganya sang ayah lalu memarkir kendaraan di garasi yang memang sudah ia siapkan semenjak lama. tidak lama kemudian anaknya bermain lalu mencorat-coret   body mobil dengan sebatang paku. dengan polosnya lalu ia menghampiri ayahnya,
"Ayah, lihat lukisanku!" 
sambil memegang tangan ayahnya ia menuntun ke garasi menunjukkan hasil coretannya.

Begitu sang ayah melihat coretan anaknya.
"Oh..my God, apa yang telah kamu lakukan dengan mobil ayah!" 
ia menggguncang-guncang bahu anaknya, sesaat kemudian ia lalu mendengus,. 

"Kemarikan tanganmu!"
dengan sangat marah sang ayah kemudian mendera kedua tangan anaknya.
sang anak menangis,
"Ayah...apa salah saya..? mengapa ayah terus menderaku?"
"Masih juga bertanya apa salah kamu?.....lihat mobil ayah....rusak!  Ini semua gara-gara kedua tanganmu ini"
"Cetaar!...taarrr!..." 

suara deraan semakin menjadi seiirng tangis anaknya yang meraung-raung meminta ampun.
Sang ayah baru berhenti ketika didapati kedua tangan anaknya bersimbah darah. ia gugup. lalu membawanya ke rumah sakit.
setibanya di RS dokter kemudian berkata kepadanya,
"Bapak, dengan sangat menyesal...kedua tangan anak anda harus kami potong.
Scaning menunjukkan tulang-tulang tangan anak anda telah remuk cukup parah,
kami sudah berupaya  namun itu hanya sia-sia belaka"
ketika sang anak siuman ia lalu  berteriak,
"Ayah, maafkan aku....mobilmu rusak karena aku. Tetapi kapan tangan-tanganku akan tumbuh kembali"

Sungguh sangat memilukan bukan? kecintaan kepada sang buah hati justru terkalahkan oleh kebendaan, mobil, TV, kulkas, gelas, perabot rumah.   Bukankah seluruh harta tidak ada artinya jika dibandingkan dengan permata hidup kita, anak. Bila kita dihadapkan pada sebuah kondisi tertentu, kita merelakan seluruh harta kita asalkan anak kita selamat, asal anak kita kembali dalam keadaan sehat. mobil rusak bisa diperbaiki, bisa kita bawa ke kenteng magic, atau kita cat ulang. tetapi tangan rusak, akan ke mana kita mencari ganti??

medio Maret '11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...