Jumat, 21 Oktober 2011

Akhirnya hujan turun juga....ada doa mustajab menyertainya



Setelah sekian lama menunggu, akhirnya hujan turun juga. tiada kata yang terucap selain Alhamdulillah...terima kasih ya Robb....semoga hujan ini membawa rahmat dan menentramkan bagi kami umatMu di Jogja ini. Bagaimana tidak, sumur-sumur kami telah mengering. Ternak-ternak kami telah mengembik karena kelaparan dengan tidak adanya rambanan (tumbuhan hijau sumber makanan ternak). Bahkan sebagian tetangga malah sudah mengundang tukang bor sumur untuk memperdalam atau menyuntik dengan pipa agar mendapatkan sumber debit air baru. Kemaru tahun ini memang dirasakan sangat panjang. 

Apalagi minggu-minggu terakhir seperti ini, panas di Jogja melebihi ukuran hari-hari biasa, suhu bisa nyampai 40 derajat. Bisa ditebak kan? kalau siang hari panas, malah hari gerah bukan kepalang. Yang paling merasakan imbas dari kemarau adalah saudara kita, pahlawan kita para petani. karena kemarau panjang ini sawah mereka berubah menjadi tegalan gersang dengan kondisi tanah retak dan tanaman apapun yang mereka tanam dapat dipastikan akan gugur ( alah...kayak bunga aja :) )

Kebetulan, hujan turun sewaktu saya bersama jamaah sedang mengaji tafsir surat Al Furqon ayat 4-9. Kebiasaan ngaji setiap malam Jum'at ini sudah berjalan sekitar 2 tahun dengan melibatkan pemuda pemudi dan masyarakat seputaran Berbah. Kontan saja, ketika turun rintik hujan menyapu atap masjid dan rumah-rumah penduduk, pekik syukur bersama-sama terlontar begitu saja. Tidak lupa saya megingatkan untuk memanjatkan doa. Sebab salah satu doa yang mustajab adalah doa ketika turun hujan terlebih untuk kali yang pertama.

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami', 3078)


اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani, lihat hadits no. 1026 pada Shohihul Jami’)
Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ لا تُرَدَّانِ، أَوْ قَالَ: مَا تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ، حِينَ يَلْتَحِمَ بَعْضُهُ بَعْضًا وَفِي رِوَايَة : ” وَتَحْتَ المَطَر “
Dua orang yang tidak ditolak do’anya adalah: [1] ketika adzan dan [2] ketika rapatnya barisan pada saat perang.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan ketika hujan turun.” (HR. Abu Daud dan Ad Darimi, namun Ad Darimi tidak menyebut, “Dan ketika hujan turun.” Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih)

Subhanallah, seringkali kita tidak menyadari bahwa banyak keberkahan yang disampaikan melalui hujan, namun karena nafsu yang tidak dikelola dengan baik lebih mendominasi pemikiran kita maka hikmah itu pun hilang bersama dengan"kecaman-kecaman" yang kita lontarkan saat turun hujan. Bukankah Allah Subhanahu Wata'ala telah berfirman bahwa :


"Dia-lah, yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya(menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun,kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itubenar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan" [QS.An-Nahl : 10-11]. 


Subhanallah, dengan izinNYA, hujan membawa manfaat demi keberlangsungan hidup manusia, air hujan bisa menjadi minuman dan juga menyuburkan tanaman.

Maka setiap kali datang hujan, aku ingin sekali mengkhusyu’kan diriku untuk berdo’a. Karena kita tak pernah tahu kapan Allah akan mengabulkan do’a kita. Jika keadaan tidak memungkinkan untuk berdo’a khusyu’ maka terkadang aku berdialog sebentar sama Sang Pemilik Hidup “Ya Allah ampunilah segala kesalahan dan dosaku sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau"
Kali ini ada do’a lain yang kupanjatkan :
Ya Allah, limpahkanlah kepadaku rejeki yang halal, thayyib, barakah, banyak dan mencukupi. Bukan rejeki yang haram dan syubhat. Bukan rejeki yang menjauhkanku dari kebaikan. Namun juga bukan rejeki yang sedikit, yang tidak mencukupi keperluan hidupku. Limpahkan rejeki yang banyak, yang membuatku bisa mencukupi semua keperluan hidupku dan keluargaku. Yang membuatku bisa memberikan bantuan kepada siapapun yang memerlukan….”
“Ya Allah, aku takut jika Engkau memberikan rejeki sedikit kepadaku, membuat aku meminta-minta kepada hambaMu untuk mencukupi keperluan hidupku. Jika aku meminta-minta kepada  hambaMu, aku takut akan memuji-muji mereka yang memberiku, dan akan membenci mereka yang tidak mau memberiku. Jika seperti itu keadaanku, niscaya aku menjadi orang yang tidak berlaku adil…”
“Ya Allah, jauhkan aku dari meminta-minta kecukupan rejeki kepada hambaMu. Cukupkan aku dengan rejeki yang Engkau limpahkan kepadaku…..”
Doa ini membumbung tinggi menembus langit…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...