Senin, 07 Oktober 2013

Kaliurang wajahmu kini



Hari minggu kemarin aku dan kelurga liburan. Jalan jalan di wilayah jogja. Diantara sekian pilihan yang ada maka jatuhlah pilihan Kaliurang. Pilihan ke kaliurang bukannya tanpa alasan.

Menurut istriku, dia udah kangen air terjunnya itu. Haaa...ada air terjun, batinku. Alasan kedua, makanan khasnya yang ngangeni, jadah ama tempe tahu bacem. Bila dua makanan ini dikunyah bersamaan ternyata menimbulkan sensasi yang luar biasa. Alasan ketiga, ini adalah hari pengalihan acara ulang tahun. 

Sebenarnya ulang tahun istriku jatuh 2 hari sebelumnya. Menurut rencana semuala mau dirayain malam hari. Tapi takut kalau Eghar dan Ardo, dua anak lelakiku, besok pagi kecapekan dan kesiangan bangunnya. Sementara mereka masih masuk sekolah. Maka dipilihlah hari Ahad. Biar semuanya bisa ngikut. Dan tidak takut waktu.Karena semuanya libuuuuur.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Kami berangkat menggunakan mobil andalan kami, meski butut. Civic Wonder 86. kalau aku sih nyaman nyaman aja dan sangat pede. lain halnya dengan istriku yang menyangsikan kehandalannya. Maklum, wanita kan tidak tahu banyak tentang mesin.

" Pa nanti kalau mobilnya mundur pas kita di tanjakan bagaimana?"

Menurutnya, mobil yang kuat di tanjakan  harus mobil yang bagus dan baru. Hehehe...belum tahu dia!

"Santai aja...kalau mobil ini tidak kuat, nanti kalian aku gendong sampai Kaliurang", cetusku.

Perlahan namun pasti meluncurlah Wonder kami di jalanan. Untuk menuju Kaliurang kebetulan kita ambil jalan alternatif, yang tidak banyak bangjonya. Rumah sakit Bhayangkara kalasan ambil kanan, lurus ke utara arah Cangkringan. Begitu sampai Puskesmas Ngemplak, ambil kiri ikuti jalanan menuju Kaliurang sesuai petunjuk papan nama.

Jalur ini relatif mulus, cuman banyak berpapasan dengn truk yang mengangkut pasir dari lereng Merapi. Banyak pepohonan tumbuh di kanan kiri jalan membuat perjalanan semakin nyaman dan jauh dari kata panas. Jalur ini ternyata juga banyak dijumpai kuliner yang siap memanjakan perut. Mulai dari es dawet , bakso, sampai pepes ikan gurameh.

Sampai jalan raya Kaliurang, suasana belum begitu terik. Kendaraan tidak terlalu menyemut. Tidak seberapa lama sampailah di gerbang wisata Kaliurang. Retribusi cuman Rp 8000,- mungkin karena kita berempat.

 Mobil melaju dengan tenang dan penuh tenaga, kami masih sering pakai gigi tiga. Dengan bangga aku tunjukkan sama istri.

"Nih....mobil memang handal dan kuat. Lihat kan", kataku sambil nyungir.

Sampai di tugu patung Udang ukuran cukup besar, jalanan terbagi menjadi 3 simpangan. Anda boleh ambil yang lurus atau yang kanan. Semuanya akan bermuara di Taman Kaliurang, tempat keluarga untuk bermain bersama anak anak. Untuk jalur yang paling kiri akan berujung di gardu pandang Merapi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...