Minggu, 04 Maret 2012

The best Sniper legendaris in Soviet vs Indonesia

Malam ini kembali aku dan istri menyaksikan salah satu film kesukaan kami, Enemy at The Gates. Meski sudah diputar untuk kali yang ketiga, tetap saja film ini menarik untuk ditonton, apalagi film ini dibintangi oleh sicantik Rachel weisz, Jude law, Joseph Fiennes, Bob Hoskin dan Edd Haris. Wow...tambah seru jadinya film ini. 
Yang bikin aku ngiri sampai sekarang, kalau Uni Soviet bisa mengabadikan salah satu sniper terbaiknya Vasily Zaytsev, yakni lakon kita pada film malam ini hingga jenis senjata yang digunakan. mengapa Indonesia yang mempunyai sniper handal yang mampu menembak mati Mayjend JHR Kohler ketika pecah perang Aceh, tidak mampu mendokumenkan nama sniper kita? 

Bahkan setelah saya lacak penembak jitu yang menyebabkan tewasnya Kohler masuk dijajaran 9 sniper terbaik dunia. see more in (http://www.kotakgame.com/forums/archive/index.php/t-5114.html ) Benar-benar kecewa, keterangan yang aku dapatkan cuma sniper itu masih berusia 19 tahun yang akhirnya tewas karena diberondong oleh tentara Belanda.
untuk menuntaskan rasa penasaaranku tentang Sniper dari Soviet ini,Vasily Zaytsev, berikut investigasi yang aku dapatkan. 
Vasily Zaytsev (Dieja: Vasili Zaitsev) lahir tanggal 23 Maret  1915 di Yeleniskoye, sebuah desa kecil di Oblast,  Chelyabinsk - Soviet. 

Vasily Zaytsev menjadi sangat terkenal di angkatan bersenjata Soviet pada bulan Oktober 1942 – Januari 1943 saat terjadi pertempuran di Stalingrad. Vasily Zaytsev adalah seorang penembak jitu dengan kecakapan yang mematikan. 

Sungguh menakjubkan Vasily terkenal karena peran pentingnya  dalam pertempuran dalam rentang waktu tiga bulan dan hanya bersenjatakan senapan Mosin-Nagant standar.

Vasily dianggap sebagai sniper paling berbahaya bukan karena jumlah kill hit, tapi karena duel mautnya dengan sniper top dari Jerman, yaitu Heinz Thorvald. Duel antar sniper ini kerap kali terjadi di Stalingrad, dimana para sniper ini kerap harus berpindah tempat dari puing satu ke puing yang lain dan kadang harus menggali agar tidak diketahui musuh, yang sangat dikenal dengan sebutan perang tikus (War of the Rats).

Kisah kejayaan Vasily yang dipropagandakan Rusia tentu memaksa Jerman mengirimkan sniper terbaiknya, Heinz Thorvald, untuk menghabisi Vasily. Jerman pun membalas propaganda tersebut dengan propaganda serupa, maka tersiarlah kabar bakal ada pertarungan antar dua sniper tangguh. Mereka pun akhirnya bertemu dan bertempur yang akhirnya dimenangkan oleh Vasily. (penasaran kan? tonton aja filmnya....hehehe bakalan acungkan jempol dech di akhir episode) :)


Karir Vasily di Pasukan Soviet
Sebelum Pertempuran Stalingrad, Vasily Zaytsev  adalah seorang pegawai Angkatan Laut Soviet. Hal ini berarti dia belum pernah berada di garis depan Angkatan Laut Soviet. Vasily menghabiskan waktu di belakang meja sebagai pegawai dan selama itu Vasily banyak membaca tentang pertempuran hebat di Stalingrad.
Stalingrad, Soviet - Perang Dunia II
Jiwa patriot Vasily terusik saat melihat kota besar Stalingrad dikepung oleh pasukan Axis (Poros);  Friedrich Paulus's Sixth Army dan Hermann Hoth's Fourth Panzer Army didukung oleh Angkatan Darat  ke Tiga Rumania. Vasily kemudian tertarik untuk bergabung dengan relawan tentara Soviet. Vasily bertugas di Regimen Senapan 1047 dari Divisi Senapan 284.



Vasily Zaytsev – The Sniper

Senapan Mosin-Nagant standar
Vasily menjadi terkenal karena prestasinya yang yang mengagumkan.

Antara Oktober 1942 sampai dengan 10 November 1942, Vasily telah berhasil menewaskan 32 tentara Axis dengan kemampuan menembak jitunya. Kemampuan Vasily sebagai salah satu penembak jitu terbaik semakin diakui setelah  tanggal 10 November 1942 - 17 Desember 1942 Vasily Zaytsev berhasil menewaskan 225 tentara Axis. Dari 225 yang berhasil dibunuh tersebut, 11 diantaranya adalah penembak jitu Axis yang terkenal. Secara keseluruhan, Vasily rata-rata menewaskan 6 prajurit musuh / hari selama 38 hari.

Antara Oktober 1942 sampai dengan Januari 1943, rekor Vasily sebagai penembak jitu dilaporkan sebanyak 242 pasukan musuh. Namun ada laporan yang menyebutkan bahwa Vasily telah menewaskan lebih dari 500 pasukan musuh. 


Pelatihan Penembak Jitu Vasily Zaytsev
Sebagai seorang sniper handal, Vasily menjadi penanggungjawab sekolah penembak jitu Soviet. Ini adalah awal lahirnya korps penembak jitu Soviet. Terdapat bukti bahwa penembak jitu yang dilatih Vasily berhasil menewaskan lebih dari 3.000 tentara Axis. 
Sayang sekali, karir cemerlang Vasily di Angkatan Darat Soviet harus berakhir di bulan Januari 1943 akibat luka di matanya karena ledakan ranjau darat. Beruntung Vasily diselamatkan oleh Professor Filatov sehingga ledakan ranjau tersebut tidak membuat Vasily buta selamanya.

Vasily kembali ke baris depan Dniestr River setelah luka matanya membaik, tidak sebagai penembak jitu namun sebagai Kapten.


Setelah Perang Dunia Kedua
Setelah perang berakhir Vasily berkunjung ke Berlin untuk melihat teman-temannya semasa  berjuangnya di Stalingrad sebelum akhirnya pindah ke Kiev yang sekarang adalah bagian dari Ukraina. Vasily menjalani kehidupan normal di Kiev dengan mengelola pabrik sampai pensiun.

Vasily Zaytsev meninggal pada tanggal 15 Desember 1991 pada usia 76 tahun. Sebelum meninggal dunia Vasily ingin dimakamkan di monumen  untuk para pembela Stalingrad.

Pada 31 Januari 1992 keinginan Vasili menjadi kenyataan. Peti Vasily dikuburkan dengan kehormatan militer penuh di Kurgan Mamayev (Kompleks peringatan Pertempuran Stalingrad).

Peti Vasily Zaytsev dikuburkan di samping sebuah monumen dengan kutipan: "Tidak ada alasan kita melampaui Volga",  mengacu pada pertempuran Stalingrad dimana Sungai Volga adalah area yang harus dipertahankan oleh Vasily dan pasukannya.
 


Sungai Volga, Perang Dunia II 













sumber : http://banuadjie.blogspot.com/2011/05/vasily-zaytsev-sniper-legendaris-soviet.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...