Jumat, 02 Maret 2012

7 TANDA HIDUP BAHAGIA

 

Seringkali, ketika manusia ditanya, seperti apakah kehidupan yang kamu inginkan? Maka jawabannya tidak jauh dari seperti ini,
"Aku ingin hidup bahagia".
Dan ketika diajukan pertanyaan lagi,
"Seperti apakah hidup yang bahagia itu?" jawabannya juga tidak berkisar jauh seperti,
"Bahagia itu bila segala keinginan kita terpenuhi, punya uang banyak, mobil, deposito dan HP yang keren."


Jawaban seperti  ini agaknya juga yang terpatri di dalam memory kebanyakan manusia modern. Belum lama ini kita telah sama-sama melihat akhir dari drama kehidupan sang bintang Whitney Houston. Siapa manusia di planet bumi ini yang tidak mengenalnya. Popularitas, ketenaran, kekayaan ia punya. Sehebat apapun ia ternyata juga mati. 

Kematian adalah kelaziman yang harus berlaku bagi setiap manusia. Yang patut kita renungkan adalah bagaimana Whitney Houston meninggal. Diduga keras ia mengalami over dosis!
Pertanyaan berikutnya adalah ; apa yang kurang dari seorang Whitney? Pesawat pribadi mampu ia beli bahkan sekalian landasan pacunya. Apapun yang ia inginkan hanya dalam sekejab mampu ia hadirkan. Mengapa ia lari ke obat-obatan terlarang? 

Satu hal yang banyak tidak diketahui opleh selebritis manapun, acapkali di puncak ketenaran yang diraih justru ia merasakan kesepian. Terbiasa senyum di depan kamera sementara batinnya menangis. Saban hari ia berusaha menghibur manusia namun hatinya gundah gulana, ia sendiri meratap di dalam sepi. Seperti tercampakkan di lembah hantu yang sunyi senyap. Namun anehnya para generasi muda kita justru pada ingin menjadi artis??

Ternyata dunia dan segala isinya tidak mmapu membuat manusia BAHAGIA. Ia hanya mampu memuaskan hasrat. Sementara hasrat manusia tiada pernah akan terpuaskan kecuali dadanya telah dipenuhi dengan tanah, alias kematian. Ada perbedaan yang cukup jelas antara bahagia dan kepuasan. Makan, minum, berkendaraan itu membuat anda bahagia atau puas? Segala di dunia ini berpotensi memuaskan namun tidak membahagiakan.  Jika engkau menginginkan kebahagiaan maka kepada ALLAH lah engkau menuju. 

Suatu hari sahabat Rasulullah saw, Ibnu Abbas ditanya tentang apa yang dimaksud dengan kebahagiaan di dunia. Beliau menjawab bahwa ada 7 tanda kebahagiaan di dunia ini

1.       Qolbun syakirun (hati yang senantiasa bersyukur).
Ini adalah kunci dari segala hal. Menerima apa adanya yang telah diberi oleh Allah, jika menyenenangkan, ia bersyukur jika tidak mengenakkan ia bersabar. Sehingga ia selalu menjalani hidup ini dengan hati yang lapang. Tidak pernah berkeluh kesah, menggerutu secara berlebihan.

2.       Azwajun sholihah (pasangan yang soleh)
Siapapun jika dianugerahi pasangan seperti ini, dia akan senantiasa berpuisi :
" Idza niltu wudda minka fal maalu hayyinun # wa fauqo kulli dzit-turobi turobun"

JIka sudah ku gapai cintamu maka harta tidak ada lagi artinya bagiku dan segala yang terhampar ini hanyalah debu semata (yang terlihat hanyalah cintamu)

Dialah pasangan yang akan tersenyum tatkala kita cemberut, dialah pasangan yang akan menjadi cahaya saaat kita dalam gelap, dialah pasangan yang akan menjadi navigator saat kita tersesat, dialah pasangan yang akan selalu meringankan beban berat di pundak kita.

3.       Al auladun abroroh ( anak yang berbakti)
Saat Rasulullah saw sedang thawaf, beliau melihat anak muda yang badannya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah bertanya kepada anak muda tersebut,
"kenapa pundakmu itu?"
jawab anak muda itu,
"Ya Rasulullah saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dan tidak pernah saya melepaskannya. Saya melepasakan nya hanya ketika buang hajat sholat atau ketika istirahat. Selain itu saya selalu menggendongnya".  Lalu anak muda itu bertanya,
"Ya Rasulullah apakah aku sudah termasuk ke dalam orang-orang yang sudah berbakti kepada orang tua?"
Sambil memeluk anak muda itu Rasulullah bersabda,
"Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti. Satu hal yang harus kamu ketahui cinta orang tuamu tidak akan (pernah) terbalaskan olehmu (meskipun dengan cara yang demikian itu)".

4.       al bi'atus sholihah (lingkungan yang baik)
Lingkungan sangat berperan besar dalam membentuk kepribadian. Oleh sebab itu Rasulullah menganjurkan agar seorang muslim mencari pergaulan yang baik yakni berkumpul dengan orang-orang sholeh. Ibarat pepatah mengatakan ia bagaikan berkumpul dengan tukang minyak, jika tidak mendapatkan minyaknya paling tidak ia sudah mencium harumnya.

5.       Malun Halalun (harta yang halal)
Harta yang halal akan menentramkan buat pelaku maupun seisi rumah. Sementara harta haram menggelisahkan dan bersifat panas. Lihat para pelaku korupsi itu. Hidupnya tidak tenang. Siang malam gelisah. Belum lagi nanti kalau ketangkap bakalan menyusahkan kepada siapapun yang terlibat.
Dalam sebuah hadits Rasulullah mengingatkan akan adanya seorang laki-laki yang lusuh, karena berjalan jauh, kemudian ia menengadahkan tangannya Ya Robb…. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan sementara hartanya haram, makan minumnya berasal dari yang haram.
6.       Tafkkuh fid diin (Semangat memahami/ mendalami agama)
Seringkali hidup kita meragu karena tidak faham terhadap aturan agama. Pemahaman terhadapa syari'at akan membuat hati kita semakin mantap dan tidak mudah goyah oleh bujukan yang datang baik dari teman maupun lingkungan. Maka kita akan hidup dengan kepercayaan diri tidak mudah diombang-ambingkan suasana sekitar.
7.       Umur Barokah
Yakni usia semakin tua semakin soleh, makin mantab keimanan dan islamnya. Bukan malah tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi maksiatnya. Na'udzubillah min dzalik.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...