Minggu, 11 Maret 2012

buku sangat bagus......Dua Tangis Ribuan Tawa



Jum'at kemarin buku pesanan saya datang. seneng rasanya setelah beberapa hari menunggu akhirnya tiba juga buku yang telah saya nantikan, Dua Tangis Seribu Tawa-Dahlan Iskan. sebuah buku fenomenal yang sekarang sedang banyak diburu. sebenarnya kemarin bermaksud hunting ke Sosial Agenci tempat langganan selama ini, tapi nasib lagi kurang beruntung, stok habis. enggak heran sich...sebab emang buku ini diprediksi bakalan ngalahin Laskar Pelangi milik Andrea Hirata. 

Halaman demi halaman aku baca. bahasanya sangat enak dan mengalir...iya sich sebab DIS (singkatan dari Dahlan Iskan...begitu para Dahlan Mania memberikan singkatan hehehe)  memang dahulu karirnya ia mulai dari seorang wartawan hingga akhirnya bisa memegang kendali Jawa Pos dan beberapa surat kabar serta majalah di bawah naungannya. 
Meski buku ini mulanya hanyalah sebuah catatan seorang CEO PLN atas seluruh kinerjanya n seluruh stafnya selama beliau berkiprah di PLN yang dahulunya sangat identik dengan gudang hujatan dan sering mendapat cacian dari masyarakat, membacanya seakan kita ikut terlibat jadi warga PLN yang diberi 'note' oleh pak DIS.  Kalimat pembuka dari buku ini membuat saya mentuntaskan membaca isi keselurahan buku sang CEO ini.

Nasihat tapi bukan khotbah
Mau tapi bukan menuruti
Curhat tapi bukan berkeluh kesah
Jengkel tapi bukan marah
Ingin tapi bukan perintah
Pandangan tapi bukan pengarahan
 


BUMN yang byar - pet tidak pakai cepet. Namun semenjak kedatangan seorang Dahlan Iskan sebagai Jenderal yang memegang komando tertinggi di PLN, maka BUMN yang satu ini ternyata mampu berubah. Banyak sekali pak Dis, demikian beliau biasa dipanggil, membuat GEBRAKAN! Mengobati Penyakit Kronis yang diderita PLN dengan Radikal, karena sudah parah kondisinya memang harus begitu caranya.

Banyak sekali kebijakan yang "Tidak Populer" berani beliau tempuh; DENGAN; Menghapus Baju Seragam, Menghapus Upacara 17an, Melarang Merokok, disini beliau sampai mempertaruhkan jabatan beliau, Menghapus Perjalanan Dinas yang pak Dis sebut Puasa SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas)dibagian ini beliau justru kena getahnya, (pinjam istilah pak Dis, he ..he..)dan masih banyak lagi yang kalo saya tulis semua jadinya pindah kesini dong bukunya, :-) 

 Dibagian ini Rasa Haru dan Bangga membahana didada saya, {ketularan pak Dis, kalo nulis suka "lebay"...tapi tetap OK. tidak seperti lebay-nya anak-anak muda sekarang  hehehe:)} Cara beliau menuturkan dalam buku ini juga sangat ringan dan mudah dicerna; kadang saya geregetan, gemez, bahkan tertawa Ngakak membaca CEO Noted yg pak Dis edarkan di jajarannya.  
 
Semoga dengan membaca buku ini menjadikan seluruh masyarakat, terutama para pemegang Kebijakan. Seandainya para pemimpin-pemimpin kita seperti pak DIS , niscaya tidak akan ada lagi BUMN yang dijual ke pihak luar,. benar-benar memalukan. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...