Sabtu, 31 Desember 2011

RENUNGAN DI PENGHUJUNG TAHUN

 



18.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Hasyr : 18)


Tahun 2011segera berlalu, tahun 2012 telah terbentang di hadapan kita. Berkenaan dengan hal ini suatu ketika Imam Ghazali pernah bertanya 6 hal kepada murid-muridnya,

1.      "Menurut kalian siapakah yang paling dekat dalam hidupmu?"
Jawabannya bermacam-macam, ada yang menjawab ibu, bapak, saudara, paman , bibi, kekasih yang pada intinya adalah seseorang yang begitu special dalam hidup mereka. Imam Ghazali berkata,
"Jawaban kalian tidak salah. Ketahuilah  sesungguhnya yang paling dekat dalam kehidupanmu adalah KEMATIAN. Mengapa? Karena mati senantiasa mengintai kalian dari waktu ke waktu. Ia akan dating kepanpun ia mau. Kemanapun kalian pergi ia selalu menyertaimu. Bisakah kalian berpaling sedikt saja dari kematian? Rasanya tidak. Sebab kematian adalah janji Allah SWT. "Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185). Lihat pula di QS Al Jumu'ah : 8 seperti di bawah ini :

Selasa, 15 November 2011

Cherokee...Suku Indian Muslim yang Punah




Anda pasti mengernyitkan dahi ketika mendengarnya. yach..bisa dimaklumi, karena nyaris tidak ada media yang membahas tentang Islamnya suku kuno Indian ini. lebih tragis lagi, sumber tertulis yang memuat tentang sejarah muslimnya suku Indian ini sangat-sangat sedikit. but don't worry abaut that, jika anda berjalan-jalan atau mengunjungi Washington, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Disana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, Abdel-Khak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Kamis, 10 November 2011

Bidadari mengagumkan ....Mehrunnisa the Twentieth Wife




Ketika pertama kali ku pegang buku novel ini dan aku baca sekilas synopsis di sampul belakang,
"hmmmm… buku yang menarik," gumanku.
Dan ternyata memang benar. Dari novel ini pula aku tahu istilah zenana, Khan-i-khanan dan istilah lain yang sama sekali asing di telingaku sebelumnya.
Kisah yang dibangun oleh Indu Sundaresman, menurutku, sangat apik dan terlihat sekali corak ketimuran. Lain halnya jika anda membaca Taj Mahal karya John Shors, meski menurut beberapa kalangan dan bahkan menjadi International Best seller, menurutku, warna kebaratan sangat kental dan menusuk, misal ketika ia menggambarkan perselingkuhan, adegan percintaan, pengkhianatan semuanya begitu vulgar dan budaya Barat jelas terekspresikan. Bahkan secara samar ia menuturkan lewat percakapan antara Jahanara dan Ladli (novel Taj Mahal) dalam sebuah penggalan paragraf, menjaga kesucian, tidaklah penting, asalkan itu diberikan kepada orang yang dicintai....(horoh opo tumon?)  Terlepas ia hanyalah sebuah novel, menurutku, John Shors begitu free mind  dan brangkali lupa bahwasanya ia sedang menuturkan kisah dalam ranah kesultanan dan dalam bungkus atmosfis keislaman. Hehehehe kok malah neglantur sih. (ntar deh bakal aku ulas buku John Shors tersebut).

Jumat, 28 Oktober 2011

PERMASALAHAN SEPUTAR KURBAN






Larangan Memperjual-Belikan Hasil Sembelihan (kulit, kepala, kaki)

Satu penyakit kronis yang menimpa ibadah qurban kaum muslimin bangsa kita, mereka tidak bisa lepas dari ‘fiqh praktis’ menjual kulit atau menggaji jagal dengan kulit. Memang kita akui ini adalah jalan pintas yang paling cepat untuk melepaskan diri dari tanggungan mengurusi kulit. Namun apakah jalan pintas cepat ini menjamin keselamatan??? Menjual kulit, kepala, kaki adalah suatu yang lazim pada sebagian kalangan panitia qurban demi efesiensi dan praktisisasi.  Berdasarkan riwayat Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah beliau mengatakan, 

Senin, 24 Oktober 2011

Manfaat dan cara kerja Bekam...Dahsyaat!



Hari ini aku merasa tubuhku benar-benar diambang kecapekan yang amat sangat. Orang Jawa biasa mengatasinya dengan kerokan atau pijit. Kerokan adalah salah satu terapi yang murah dan pada sebagian orang sangat manjur tetapi memiliki efek yang kurang baik yaitu pori-pori kulit menjadi lebih lebar. sementara pijit terapi yang lazim dipakai oleh sebagian orang untuk menghilangkan rasa penat, capek-capek pegel linu dan semacamnya. Jika pijit dilakukan oleh orang yang tidak profesional, yang saya maksud nih si tukang pijit tidak memiliki pengetahuan tentang tata letak urat saraf dan refleksi sehingga memijitnya asal-asalan, seperti yang banyak kita dijumpai di wilayah pedesaan. Apa yang kemudian terjadi? Pada sebagian orang tidak kesembuhan yang didapat malahan sebaliknya. hoorh opo tumon??  Sesungguhnya ada salah satu terapi yang lebih cepat memulihkan stamina, kebugaran dan fresh tatkala sehabis bangun tidur, yaitu bekam. Bekam baru aku kenal kira-kira 5 tahun yang lalu. Mulanya aku sempat menyangsikan cara kerja bekam. setelah aku mencoba...wow  fastastic. Bahkan akhir-akhir ini para dokter pun kemudian menganjurkan untuk terapi dengan cara berbekam. 

Jumat, 21 Oktober 2011

Akhirnya hujan turun juga....ada doa mustajab menyertainya



Setelah sekian lama menunggu, akhirnya hujan turun juga. tiada kata yang terucap selain Alhamdulillah...terima kasih ya Robb....semoga hujan ini membawa rahmat dan menentramkan bagi kami umatMu di Jogja ini. Bagaimana tidak, sumur-sumur kami telah mengering. Ternak-ternak kami telah mengembik karena kelaparan dengan tidak adanya rambanan (tumbuhan hijau sumber makanan ternak). Bahkan sebagian tetangga malah sudah mengundang tukang bor sumur untuk memperdalam atau menyuntik dengan pipa agar mendapatkan sumber debit air baru. Kemaru tahun ini memang dirasakan sangat panjang. 

Kamis, 20 Oktober 2011

Mengagumkan.....Nasehat Sultan HB X kepada putrinya

GKR Bendara saat dipondong oleh  KPH Yudanegara

Ada yang istimewa saat kita simak wejangan Ngarso Dalem Sultan HB X tatkala memberi nasehat kepada pengantin  GKR Bendara dan KPH Yudanegara ketika acara pamitan.
Sultan mengatakan bahwa pamitan sebagai prosesi terakhir dalam pernikahan itu bermakna bahwa nikah bukan saja untuk keperluan kedua pengantin, melainkan juga untuk membangun silaturahmi antara keluarga pria dan wanita, yakni bagaimana membangun martabat, melakukan hal-hal yang baik tanpa saling merendahkan atau menguasai. Ini tak lain dimaksudkan demi kebahagiaan pasangan pengantin baru.

Selamat datang di Paytren. Untuk menjadi mitra Paytren ada beberapa tahap yang harus anda lalui : *TAHAP 1*   1. CALON MITRA DOWNLO...