Rabu, 23 Juni 2010

Kita cuma beda sedikit dengan Rasulullah

Pagi ini aku dengerin ceramah di kantor menurutku bagus sekali. tidak ada salahnya kalau kayaknya aku bagi dengan pembaca sekalian. begini nih isi ceramahnya:
Dalam banyak kesempatan ketika saudara-sadara kita diajak meniru akhlak Rasulullah saw ada yang mengatakan,
"Lha dia kan Rasul Utusan Tuhan yang tidak pernah berbuat dosa?"
 "Dia kan nabi tidak seperti kita kebanyakan manusia?"
Tahukah anda, bahwa beda Nabi saw dengan kita itu cuman sedikit? ya cuman sedikit, tidak banyak.
Kalau Rasulullah itu sedikit makan, lha kita...?
"Sedikit-sedikit makan!" para jamaah menimpali.
Kalau Rasulullah itu sedkit tidurnya, lha kita...?
"Sedikit-sedikit tidur!" seru para jamaah.
Jika Rasulullah itu sedikit-sedikit sedekah, maka  kita..?
"Sedikit sedekah!" jawab jamaah
Jika Rasulullah itu sedikit-sedikit minta ampun kepada Allah, maka kita..?
"Sedikit meminta ampun!"
Jika Rasulullah sedikit tertawa, maka kita sedikit-sedikit tertawa.
Jika Rasulullah sedikit-sedikit istighfar maka kita sedikit istighfarnya.
Rasulullah saw adalah manusia biasa, beliau merasakan haus, lapar, beristri, mempunyai anak, bekerja dan dalam peperangan tidak selamanya menang, bahkan pernah beliau nyaris terbunuh dalam perang Uhud.
Hal itu menggambarkan, bawa Rasulullah memang manusia biasa yang diberlakukan kepadanya hukum universal causalitas. Artinya jika ingin menang dalam perang maka beliau harus menyiapkan, menata pasukan dan mengatur strategi perang. Tidak mentang-mentang  seorang nabi maka beliau tinggal duduk-duduk manis lalu memerintahkan kepada para malaikat Allah untuk menggempur pasukan musuh.

Hal demikian ini demi untuk memberikan pelajaran kepada umatnya, bahwa Nabi pun juga manusia yang sama dengan mereka. Yang membedakan hanya satu hal, beliau memiliki SK sebagai nabi, sedangkan kita tidak. Itu saja. besok kelak ketika di surga pun kita bisa bersama-sama para Rasul.
Beliau pernah bersabda, "Pedagang yang jujur kelak dia akan bersamaku di surga bagaikan dua jari ini" sambil memberikan isyarat jari telunjuk dan jari tengahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...