Sabtu, 26 Juni 2010

The Break Up

Kemarin malam aku ama istri kebetulan nonton film di Trans TV dengan judul THE BREAK UP. Melihat komposisi pemainnya aku udah ngira kalau film ini bakalan bagus. dan emang bagus banget. Aku cuman ngebayangin gimana film ini dahulunya ketika dirilis di Amrik sana. aku yakin banget pasti booming, and para pecinta hollywood akan pada menaruh simpati ama sicantik Jennifer dengan nasib yang dialaminya.. Maklum, sang America sweetheart yang dulu dikenal sebagai Rachel Green ini ditinggal begitu saja oleh suaminya Brad Pitt yang ngacir dengan Angelina Jolie (Ugh, Pitt is a dumb…, menukar Jen dengan Jolie? >_<;;). Anyway, setelah saya menonton film ini, aku  baru sadar kalau film ini banyak memberikan gambaran yang cukup ironis sekaligus nyata mengenai hubungan dengan lawan jenis. Cukup mendidik ternyata dengan caranya sendiri!


Bodohnya lagi, malam berikutnya setelah nonton film itu, aku ama istri terlibat 'pertengkaran' hanya karena persoalan sepele. Oh...Tuhan di mana memory otakku yang kemarin, bersembunyi di manakah engkau gerangan. Itu semua berawal ketika istri meminta sesuatu kepadaku, wajar kan bila pasangan kita meminta sesuatu, kalau ngak ke kita ke mana lagi. hehehe. tapi ya itu, mintanya tidak melihat sikon. sebenarnya aku sih fine-fine aja. cuman masalahnya nanti roda perekonomian keluarga akan berjalan sangat berat dan lambat.
emangnya istri minta apaan, helicopter, mobil? iih ngaco banget. kalau mobil sih udah banyak, apalagi istri jualan mobil antik yang terbuat dari kayu  itu. :-)

Aku biasanya emang tidak bisa tidur kalau ada permasalahan yang belum kelar ketika menjelang tidur. nggaak nyaman banget, tidur satu ranjang tapi ungkur-ungkuran (bahasa mars) . Tahu nggak sampai jam berapa aku begadang ama istri ( haah begadang? gak salah tuh...) ? ampe jam 001.00 WIb. Kuncinya ternyata hampir sama dengan yang di film, kita mengutarakan apa sebenarnya yang kita maui masing-masing, dan meminta maaf. Itu aja. Oh..life is so simple...tapi mengapa kita kadang membikin begitu sulit dan runyam...thanks God!

resensi film itu kurang lebih kayak gini nih.....

Gary (Vince Vaughn)  dan Brooke  (Jennifer A) adalah satu pasangan yang bahagia. Gary naksir ama Brooke semenjak melihatnya di pertandingan Bisbol, meski ia udah punya cowok. Dasar si Gary tukang peandu wisata ia nerocos aja, bla bla bla.sampailah ia dapatkan wanita pujaannya itu dan mereka menikah. Mereka sudah hidup sampai tiga tahun bersama-sama, dan mereka saling mengerti satu sama lainnya… mungkin. Karena pada suatu hari karena sebuah insiden kecil, terjadilah perkelahian besar antara mereka berdua.Si Brooke meminta agar sepulang kerja ia minta dibawakan lemon 12 buah, tapi cuman dibawaain ama si Gary 3 buah. itu berlalu, Suatu saat Brooke memasak, Gary pulang kerja dan langsung nyamber remote TV. Brooke meminta agar ia mau membantunya mencuci piring. Tapi Gary enggan karena ia merasa baru pulang kerja dan capek. Semula teman-teman mereka tidak seberapa mempedulikannya. Toh, setiap hubungan pasti memiliki riak-riaknya sendiri. Suatu ketika si Gary mau agar ruangannya ditambahkan meja Bilyard, sementara Brooke memandang apartemen mereka udah terlalu penuh untuk dijejali meja segede itu. Yang tak disadari adalah ternyata perkelahian itu tidak berakhir malahan makin menjadi-jadi. Keduanya jadi saling tidak bisa mentolerir hobi masing-masing dan melakukan satu dan berbagai macam cara untuk menyakiti pasangannya.


Brooke misalnya memutuskan untuk memanggil adiknya berlatih vokal di rumahnya, sementara Gary membalasnya dengan menyetel stereo kencang dengan film sepanjang malam. Brooke pergi berkencan dengan pria lain, dan Gary membalasnya dengan mengadakan pesta dengan mengundang para stripper di rumah. Keduanya terus saling berusaha menyakiti satu sama lain sampai mereka menemukan sebuah konklusi akhir. Nampaknya mereka tidak bisa lagi saling bersama. Tetapi apakah cinta sejati mereka hanya akan berakhir sampai di sana saja? Lalu bagaimana usaha teman-teman dari Gary dan Brooke (yang konyol dan masing-masing dengan caranya tersendiri) mendukung Gary atau Brooke? Yang jelas film ini mengajarkan cukup banyak hal kepadaku mengenai sulitnya mempertahankan hubungan dan komunikasi dua arah.

Kemudian deretan pemainnya pun tampil sangat baik. Apabila Jennifer Aniston dan Vince Vaughn menampilkan chemistry yang cukup gemilang (saya terutama harus memuji penampilan Jen, beberapa temanku sampai mengatakan bahwa mereka yakin Jen menggunakan breakup sesungguhnya dengan Brad Pitt sebagai acuan berakting, aktingnya benar-benar meyakinkan!). Pun demikian dengan beberapa pemain pendukungnya, yang datang melintas di pikiran karena mampu mencuri adegan seperti: Judy Davis yang benar-benar hidup memerankan tokoh Marilyn Dean. Jon Favreau juga menyegarkan suasana sebagai Johnny O.

Akhirnya apa yang kupetik dari film ini? gini nih, Brooke mengatakan,

"selama ini  aku sudah bekerja siang dan malam, menyiapkan makanan, membersihkan dapur, membersihkan rumah, bahkan menyiapkan pakaian yang akan kau kenakan untuk bekerja, seolah aku melayani anak kecil. Aku melakukan ini dalam rangka mendukungmu, membantu kesuksesanmu. aku hanya ingin engkau mengucapkan terima kasih atas  semua itu. Aku cuman ingin engkau perhatikan, meski itu dengan cara membantu mencuci piring. itu sudah cukup bagiku sebagai bentuk perhatianmu kepadaku."

Untuk para pria, jangan pernah menganggap remeh kalau wanita mengatakan tidak. Terkadang mereka tidak bermaksud mengatakan itu sungguh-sungguh. wanita suka berbicara secara implisit ketimbang secara eksplisit. artinya kadang mereka bilang tidak hanya untuk menguji sejauh mana tekad kaum pria.  Menurutku, untuk para wanita, sebaiknya belajar mengatakan terus terang kepada para pria. kadang pria itu salah tingkah karena tidak mengerti apa yang wanita mau. Para pria bukannya egois tidak memikirkan kalian, mereka menyayangi kalian, hanya saja kadang perhatiannya berbeda dengan yang kalian harapkan. Jangan gengsi minta maaf atau kalian akan lost the true person you loved. Terakhir untuk yang belum punya pasangan, film ini akan membuka mata kalian bahwa yang namanya in a relationship, menikah, tidak selamanya indah, tidak selamanya manis bagi madu, tapi kadang ada dukanya, ada pahit dan getirnya. Tapi itulah INDAHNYA CINTA. sure!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISTIKQOMAH MEMANG SULIT

Dulu di awal mula aku bikin blog ini, semangatnya bukan main. Blog ini benar benar aku mulai dari nol. Berawal dari sering buka alamat blo...